Suara.com - Bank Dunia melakukan International Comparison Program (ICP) untuk mengetahui negara termahal di dunia. Pengukuran dilakukan atas dasar seberapa banyak uang yang dikeluarkan untuk mendapatkan barang dan juga pelayanan.
ICP kemudian menyusun peringkat dari negara paling mahal hingga paling murah dengan mengkalkulasi tingkat indeks harga di negara masing-masing.
ICP juga mengumpulkan data setiap enam tahun sekali dari seluruh dunia untuk mengkalkulasi biaya hidup sebenarnya dan tidak menggunakan ukuran mata uang. ICP menggunakan ukuran harga makanan, biaya sewa dan kesehatan dan juga pelayanan pemerintah.
Berdasarkan data tersebut, ICP menempatkan Swiss sebagai negara termahal di dunia. Sedangkan posisi kedua ditempati oleh Norwegia. Bermuda, Australia dan Denmark di posisi berikutnya.
Di posisi 6-10 adalah Swedia, Jepang, Finlandia, Luksemburg dan Kanada. Sedangkan Amerika Serikat tidak masuk dalam daftar 10 besar dan berada di posisi 25. Amerika Serikat menempati posisi paling rendah dibandingkan negara-negara dengan pendapatan besar.
Berdasarkan data Bank Dunia, hampir setengah dari total output perekonomian sebesar 90,6 triliun dolar Amerika berasal dari negara dengan pendapatan menengah dan rendah. (Guardian/Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
-
Trump Ancam Hancurkan Industri Rudal dan Angkatan Laut Iran
-
Iran Persiapkan Serangan Balasan ke Israel dan AS
-
Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
-
Tak Cuma Teheran, Amerika dan Israel Juga Serang Kota Lain di Iran
Terkini
-
Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi
-
HPE Maret 2026: Harga Konsentrat Tembaga Turun, Emas Justru Menanjak
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
-
Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek
-
Kantongi Sertifikat, Pertamina Bisa Jual Avtur dari Minyak Jelantah Secara Global