Suara.com - Indonesia dan Amerika Serikat (AS) melalui beberapa perusahaan ternama berkolaborasi mengembangkan industri kreatif, termasuk pengembangan wirausaha baru di Indonesia.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu di Jakarta, Minggu (4/5/2014), menyampaikan, pihaknya telah menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan di AS untuk pengembangan industri kreatif.
"Kita telah melakukan pertemuan dengan eksekutif perusahaan tersebut dan peluang kerja sama cukup terbuka. Bahkan kita telah menandatangani MOU dengan NestGSV," kata Mari.
Nota kesepahaman itu mencakup koordinasi dan kolaborasi kegiatan di Indonesia dan Silicon Valley untuk mendukung pengembangan sistem inovasi, "high tech start ups", dan UKM melalui akses ke program inbukasi dan akselerator, mentor (bapak angkat), dan akses bagi UKM ke "access" ke "mentorship", jejaring, dan pembiayaan.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama-sama BKPM dan Kementerian Perindustrian melakukan kunjungan ke Los Angeles dan Silicon Valley, California, AS, untuk memacu pertumbuhan sektor ekonomi kreatif, terutama industri kreatif berbasis teknologi informasi dan "digital content", serta animasi dan film.
Kemenparekraf menjajaki kerja sama dengan perusahaan Walt Disney, Apple, maupun start-up inkubator dan akselerator setempat dalam mengembangkan konten digital (mobile apps, video games, animation dan berbagai aplikasi untuk berbagai keperluan) para pemula (start-up) Indonesia melalui program start-up inkubator seperti NEST GSV Incubator, Plug and Play Incubator, maupun 500 Startups Incubator.
Pihaknya menilai hal itu penting mengingat pada 2013, secara keseluruhan 15 bidang usaha ekonomi kreatif memberikan kontribusi sekitar Rp641,89 triliun terhadap pembentukan PDB, naik 10,89 persen dibandingkan dengan pada 2012 yang sebesar Rp578,7 triliun.
Kontribusi terbesar berasal dari pakaian dan kuliner, masing-masing Rp181,57 triliun dan Rp208,6 triliun. (Antara)
Berita Terkait
-
Dollar Perkasa, Kreativitas Berjaya: Mencari Cuan di Balik Rupiah Rp17.500
-
Dari Karya hingga Kolaborasi, Srikandi Vol. 2 Rayakan Peran Perempuan di Industri Kreatif
-
Dukung Industri Kreatif, JNE Jadi Official Logistics Partner Dalam Gelaran "Let Them Eat Art"
-
Perjalanan UMKM Jahit Memberdayakan Perempuan, Bersama Dukungan BRI
-
Dampak Kasus Amsal Sitepu: Pekerja Kreatif Khawatir Kerjasama dengan Pemerintah
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 8 Sepatu Adidas untuk Jalan Kaki yang Sedang Diskon di Toko Resmi, Harga Jadi Rp500 Ribuan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
DPR Soroti PSN 1 Juta Hektare, Begini Katanya
-
PLN Sedang Selidiki Penyebab Mati Lampu di Sumatra Bagian Utara
-
GMFI Kejar Laba Bersih 35,1 Juta Dolar AS di 2026, Begini Strateginya
-
Kementerian PU Butuh Rp30 Triliun untuk Bereskan 136 Perlintasan Sebidang
-
BI Minta Publik Tak Borong Dolar, saat Masyarakat Ramai-ramai Timbun Valas di Bank
-
Sumatra Gelap Gulita, Ini Penjelasan PLN
-
Menteri PU Akui Pembangunan Sekolah Rakyat Telat dari Target
-
Saatnya Wujudkan Rumah, Mobil & Liburan Impian Anda lewat BRI Consumer Expo Jakarta 2026
-
Purbaya Klaim BUMN Ekspor PT DSI Akan Diawasi Kemenkeu dan K/L Lain Demi Cegah Monopoli
-
Airlangga Bantah IHSG Jeblok Gegara Pemerintah Bentuk BUMN Ekspor PT DSI