Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia ditutup menguat 3,7 poin ke level 4.842 pada sesi penutupan perdagangan, Senin (5/5/2014). Volume perdagangan 4 miliar lot saham dengan nilai transaksi Rp3,9 triliun.
Indeks masih belum bisa melonjak karena tidak adanya sentiment positif yang cukup kuat. Analis dari Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, data terbaru dari BPS tentang PDB Indonesia belum cukup kuat untuk membuat pelaku pasar melakukan aksi beli.
Selain itu, kata Reza, para pelaku pasar cenderung untuk menahan diri karena adanya semacam ritual di bulan Mei. Setiap tahun, indeks pada bulan Mei cenderung melemah karena investor sudah mendapatkan semua informasi yang mereka inginkan mulai dari laba perusahaan hingga dividen yang dibagikan.
“Jadi ada semacam istilah di pasar modal itu Sell in May and Go Away. Pelaku pasar lebih memilih untuk menahan diri daripada melakukan aksi beli. Kalau kita lihat, tahun lalu juga indeks turun drastis di Mei karena adanya pengumuman dari Bank Sentral Amerika yang akan mengurangi stimulus. Sementara pada Mei tahun ini juga tidak banyak data ekonomi yang bisa membuat pelaku pasar untuk membeli saham,” kata Reza kepada suara.com melalui sambungan telepon, Senin (5/5/2014).
Reza menambahkan, deflasi pada April serta neraca perdagangan yang kembali positif tidak mampu untuk membuat indeks bergerak naik dengan jumlah yang besar. Berdasarkan pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, indeks cenderung melemah di sepanjang Mei dan baru akan menguat pada Juni.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri
-
Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah
-
Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?