Suara.com - Enam kelompok industri nonmigas menjadi andalan masa depan untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara industri tangguh yang mampu bersaing di kancah internasional.
"Ada enam (kelompok) industri yang penting untuk mendukung visi dan misi pembangunan industri nasional," kata Sekjen Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Anshari Bukhari.
Enam kelompok industri tersebut adalah industri pangan, industri farmasi, kosmetik, dan alas kaki, industri tekstil, alas kaki dan aneka, kemudian industri alat transportasi, industri elektronika dan telematika, serta industri pembangkit listrik.
"Industri yang menjadi andalan itu dipilih karena ada kaitannya dengan kebutuhan dalam negeri dalam jangka panjang dan potensinya memang kita (Indonesia) miliki," ujar Anshari.
Selain itu, kata dia, juga ada kebutuhan penyediaan lapangan pekerjaan. Ia menjelaskan ada tiga ciri yang menjadi sasaran untuk mewujudkan negara industri tangguh yang dicanangkan dalam RIPIN yaitu pertama struktur industri nasional yang kuat, berkedalaman, sehat, dan berkeadilan.
Kedua, industri yang berdaya saing tinggi di tingkat global dan industri yang berbasis teknologi dan inovasi.
"Industri pangan, tekstil dan alas kaki serta industri farmasi dan alat kesehatan maupun industri pembangkit energi sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri," tuturnya.
Demikian pula dengan industri elektronika dan telematika, serta industri alat transportasi, lanjut dia, dibutuhkan di dalam negeri untuk menunjang konektivitas, di samping penyerapan dan peningkatan penguasaan teknologi dan inovasi.
"Dengan adanya RIPIN, maka ada kepastian bagi kalangan pengusaha tentang industri yang dikembangkan, dukungan dan kebijakan yang diperlukan, serta dukungan lainnya dari kementerian lain," ujar Anshari.
Industri lainnya di luar enam kelompok andalan, seperti industri barang modal, komponen, dan bahan penolong serta aksesoris masuk dalam industri pendukung.
Sementara industri hulu agro, hulu mineral tambang, migas dan batubara, masuk dalam industri hulu yang akan dihilirisasi agar memberi nilai tambah. (Antara)
Berita Terkait
-
Hasil Babak 1 Timnas Indonesia vs Vietnam Piala AFF U-19 2026, Reno Salampessy Buka Asa ke Semifinal
-
Raymond/Nikolaus Gagal Juara, Indonesia Tanpa Gelar di Indonesia Open 2026
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia U-19 vs Vietnam, Mengerikan Formasi Serang 3-4-3
-
Raymond/Joaquin Dijegal Ganda Malaysia, Tuan Rumah Tanpa Gelar di Indonesia Open 2026
-
Berlaku 6 Juni, ASDP Beri Diskon Tiket Kapal Feri 21,95% Selama Libur Sekolah
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Rekap Harga Emas Sepekan Turun Signifikan, Bagaimana Trennya?
-
Badai PHK Mengancam Akibat Dolar Melejit, KSPSI Desak Pemerintah Bertindak
-
BTN Perkuat Kualitas Kredit, Transformasi Loan Factory Dorong Pertumbuhan yang Lebih Sehat
-
KRL Green Line Bakal Dirombak Besar-besaran, Penumpang Rangkasbitung Siap-siap
-
Berlaku 6 Juni, ASDP Beri Diskon Tiket Kapal Feri 21,95% Selama Libur Sekolah
-
Masyarakat Dinilai akan Bingung Bedakan Produk Vape Legal Akibat Kemasan Polos
-
Tak Hanya Ada Rokok, Vape Ilegal Juga Terancam Marak Beredar
-
Tak Hanya Batu Bara dan Sawit, DSI Berpotensi Atur Ekspor Komoditas Lain
-
Gaji Tunjangan Menkeu dan Gubernur BI, Perbandingan Mana yang Lebih Besar?
-
Purbaya Klaim Coretax Bikin Penerimaan Pajak Naik 22,1% Jadi Rp 834,6 T per Mei 2026