Bisnis / Keuangan
Senin, 07 Juli 2014 | 16:13 WIB
Seorang pekerja melintasi papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Antara/Dhoni Setiawan)

Suara.com - Dua hari menjelang pelaksanaan pemilu presiden, euforia melanda investor di Bursa Efek Indonesia. Pada sesi penutupan perdagangan, Senin (7/7/2014), Indeks Harga Saham Gabungan melonjak tinggi 83 poin atau 1,6 perse ke posisi 4.989.

Kepala RisetTrust Securities Reza Priyambada mengatakan, pelaku pasar menanggapi positif debat capres-cawapres terakhir yang berlangsung Sabtu lalu. Mereka optimistis dengan hasil dari debat tersebut sehingga memutuskan untuk melakukan aksi beli.

“Aksi beli yang dilakukan pelaku pasar sifatnya masih ekspektasi, mereka berharap pemilu presiden akan berjalan lancar dan damai serta memberikan keamanan kepada pelaku pasar. IHSG bisa menembus posisi 5.000 apabila indeks Asia dan Eropa serta Amerika tetap positif pada penutupan nanti malam,” kata Reza ketika dihubungi suara.com melalui sambungan telepon, Senin (7/7/2014).

Reza menambahkan, pelaku pasar juga akan terus mengamati hasil hitung cepat pemilu Presiden pada Rabu (9/7/2014) nanti. Apabila calon yang mereka jagokan berhasil menang, indeks saham berpotensi untuk terus menguat pada perdagangan keesokan harinya.

Namun, Reza menilai, kemungkinan IHSG menembus posisi 5.000 sebelum pemilu presiden merupakan sesuatu yang terlalu optimistis. Karena, indeks Eropa dan Amerika tidak menunjang bagi indeks saham Asia untuk terus menguat pada sesi perdagangan besok.

Sepanjang hari ini, volume perdagangan 6,9 miliar lot saham dengan nilai transaksi Rp7,8 triliun dan frekwensi 225 ribu kali. Ada 181 saham yang naik, 116 saham turun dan 78 saham stagnan.

Load More