Suara.com - Bank Sentral Amerika masih berhati-hati untuk menaikkan tingkat suku bunga. Gubernur Bank Sentral Janet Yellen mengungkapkan, Amerika masih memerlukan stimulus moneter karena pasar lapangan pekerjaan yang masih lemah.
“Ada sinyal campuran terkait masalah ekonomi. Kita harus hati-hati untuk memastikan bahwa ekonomi sudah solid sebelum Bank Sentral menaikkan suku bunga,” kata Yellen dalam testimony di hadapan Komite Perbankan Senat.
Yellen menambahkan, gaji buruh yang masih rendah merupakan hambatan signifikan dalam pasar buruh, meski angka pengangguran turun mencapai titik terendah dalam enam tahun terakhir.
Pada kesempatan itu, Yellen juga berbicara tentang trauma psikologis yang dialami warga negara Amerika yang menganggur dan juga keluarganya.
Keputusan Yellen yang menunda kenaikan suku bunga menuai pujian. Presiden DMJ Advisors LLC, David M Jones mengatakan, Yellen khawator dengan kondisi pasar tenaga kerja yang menjadi dasar dalam pengambilan keputusannya.
Yellen juga mengungkapkan, suku Bungan tetap akan rendah untuk periode tertentu setelah The Fes mengakhiri program pembeliam aset. Kata dia, meski ekonomi sudah mulai meningkat tetapi proses pemulihan masih belum selesai. (Bloomberg)
Berita Terkait
-
Harga Emas Anjlok Parah, Rekor Terburuk Sejak 2008
-
Trump Mau Pecat Gubernur The Fed, Malah Kena 'Tampar' Mahkamah Agung!
-
Rupiah Masih Loyo Pagi Ini, Berpeluang Sentuh Rp18.000
-
Bagi-bagi Jabatan! Trump Tunjuk Sahabat Dekat Untuk Jadi Bos The Fed
-
IHSG DIproyeksi Kebanjiran Dana Asing, Jadi Sentimen Positif di Tengah Perang
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam