Suara.com - Bank Sentral Amerika masih berhati-hati untuk menaikkan tingkat suku bunga. Gubernur Bank Sentral Janet Yellen mengungkapkan, Amerika masih memerlukan stimulus moneter karena pasar lapangan pekerjaan yang masih lemah.
“Ada sinyal campuran terkait masalah ekonomi. Kita harus hati-hati untuk memastikan bahwa ekonomi sudah solid sebelum Bank Sentral menaikkan suku bunga,” kata Yellen dalam testimony di hadapan Komite Perbankan Senat.
Yellen menambahkan, gaji buruh yang masih rendah merupakan hambatan signifikan dalam pasar buruh, meski angka pengangguran turun mencapai titik terendah dalam enam tahun terakhir.
Pada kesempatan itu, Yellen juga berbicara tentang trauma psikologis yang dialami warga negara Amerika yang menganggur dan juga keluarganya.
Keputusan Yellen yang menunda kenaikan suku bunga menuai pujian. Presiden DMJ Advisors LLC, David M Jones mengatakan, Yellen khawator dengan kondisi pasar tenaga kerja yang menjadi dasar dalam pengambilan keputusannya.
Yellen juga mengungkapkan, suku Bungan tetap akan rendah untuk periode tertentu setelah The Fes mengakhiri program pembeliam aset. Kata dia, meski ekonomi sudah mulai meningkat tetapi proses pemulihan masih belum selesai. (Bloomberg)
Berita Terkait
-
Trump Singgung 'Hari Pemusnahan' Iran: Ancam Ekonomi Global, Harga Minyak Terbang!
-
Harga Bitcoin Makin Sulit Tembus Level USD 70.000, Ini Penyebabnya
-
Profil Kevin Warsh, 'Orang Dekat' Donald Trump yang Jadi Calon Ketua The Fed
-
Bitcoin Menguat ke USD97.000, Data Inflasi AS Redam Kekhawatiran Pasar Kripto
-
Harga Emas dan Perak Meroket Usai Sengketa Trump vs The Fed Makin Memanas
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global
-
Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter
-
Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja
-
Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan
-
Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?
-
Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik
-
Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan
-
Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini
-
Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI
-
Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN