Suara.com - Setelah melalui proses panjang hingga ke pengadilan, Argentina akhirnya gagal membayar utang yang jatuh tempo alias default. Lembaga pemeringkat Standard & Poor mengumumkan status default Argentina setelah negara itu tidak bisa mencapai kesepakatan dengan kreditor hingga batas waktu terakhir 31 Juli, kemarin.
Argentina bukan satu-satunya negara yang kesulitan untuk membayar utang luar negerinya dan di ambang kebangkrutan. Lembaga pemeringkat lainnya yaitu Moody’s Investor Service juga mempunyai daftar 10 negara yang terancam bagkrut akibat utang luar negeri yang membumbung tinggi.
1. Ekuador
Peringkat utang Ekuador adalah Caa1 dan jumlah utang pemerintah dibandingkan Produk Domestik Bruto adalah 24,8 persen. PDB pada 2014 yaitu 10.492 d0lar Amerika per kapita. Ekuador mengalami status default terakhir kali pada 2008. Ketika itu, Presiden Rafael Correa menggambarkan utang luar negeri Ekuador sebagai sesuatu yang immoral dan tidak mempunyai legitimasi. Membumbungnya utang luar negeri karena korupsi yang terjadi di masa lalu.
2. Mesir
Peringkat utang Mesir adalah Caa1 dan jumlah utang pemerintah dibandingkan Produk Domestik Bruto adalah 91,3 persen. PDB pada 2014 yaitu 6.696 dolar Amerika. Krisis politik yang berkepanjangan di Mesir telah membuat investor hengkang dari negara itu. Akibatnya, Moody menurunkan peringkat utang Mesir menjadi Caa1 pada Maret 2013. Presiden Mesir Abdel Fattah mengeluarkan kebijakan untuk menurunkan defisit anggaran mulai 1 Juli 2014.
3. Pakistan
Peringkat utang Pakistan adalah Caa1 dengan jumlah utang pemerintah dibandingkan PDB adalah 63,7 persen. PDB per kapita pada 2014 adalah 3,231 dolar Amerika. April lalu, Pakistan mengeluarkan obligasi pertama dalam tujuh tahun terakhir dan meraup 2 miliar dolar Amerika. Pakistan juga punya utang miliaran dolar Amerika kepada IMF. Pakistan nyaris mengalami default pada tahun lalu sebelum diselamatkan oleh Dana Moneter Internasional.
4. Venezuela
Peringkat utang Venezuela adalah Caa1 dengan jumlah utang pemerintah dibandingkan PDB sebesar 51,6 persen. PDB per kapita pada 2014 sebesar 13.531 dolar Amerika. Kebutuhan Venezeula terhadap uang tunai dalam jangka pendek bisa memicu masalah di masa yang akan datang. Presiden Nicolas Maduro berencana mengeluarkan obligasi melalui perusahaan minyak Petroleos de Venezuela untuk meningkatkan mata uang asing di dalam negeri. Kebijakan itu membuat inflasi di Venezuela melonjak menjadi 40,7 persen pada 2013.
5. Belize
Peringkat utang Belize adalah Caa2 dengan jumlah utang pemerintah dibandingkan PDB sebesar 80,4 persen. PDB per kapita pada 2014 sebesar 8.915 dolar Amerika. Belize adalah sebuah negara kecil di Amerika Tengah dengan populasi kurang dari 500 ribu jiwa. Negara itu sudah mengalami kesulitan membayar utang dalam beberapa tahun terakhir. Mereka menerima status default satu dekade lalu. IMF memprediksi total utang Belize akan mencapai 80,4 persen dari Produk Domestik Bruto pada 2014. (USAToday)
Berita Terkait
-
Gagal Bayar Utang, Anak Usaha Wijaya Karya Kembali Terjerat PKPU
-
Kembali Gagal Bayar Utang Obligasi Rp941 Miliar, Bos Waskita Karya: Kami Mencederai Janji
-
Kondisi Keuangan Makin Menyedihkan, Waskita Karya Kembali Gagal Bayar Utang Obligasi Rp941 Miliar
-
Profil Evergrande, Raja Properti China yang Gulung Tikar
-
Senasib, Evergrande dan Waskita Karya yang Terlilit Utang dan Diujung Kebangkrutan
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya
-
Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang
-
Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?
-
Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang
-
Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024
-
Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta
-
Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang
-
Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi
-
Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste
-
Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu