Suara.com - Pemerintah menyerap dana Rp1,02 triliun dalam lelang tiga seri Sukuk atau surat utang syariah Negara pada Selasa (12/8/2014), dari total penawaran yang masuk sebesar hampir Rp3,06 triliun.
Jumlah dana yang diserap itu berasal dari seri SPN-S13022015 dan seri PBS005. Jumlah dimenangkan untuk seri SPN-S13022015 sebesar Rp780 miliar dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,83 persen dan imbalan secara diskonto.
Dikutip dari laman Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, Rabu (13/8/2014), jumlah dimenangkan untuk seri PBS005 sebesar Rp235 miliar dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 9,32 persen dan tingkat imbalan 6,75 persen.
Penawaran masuk untuk seri SPN-S13022015 sebesar Rp1,99 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk 6,47 persen dan tertinggi 8,0 persen. SBSN ini akan jatuh tempo13 Februari 2015.
Penawaran masuk untuk seri PBS005 sebesar Rp353 miliar dengan imbal hasil terendah masuk 9,25 persen dan tertinggi 9,75 persen. SBSN ini akan jatuh tempo 15 April 2043,.
Sementara itu tidak ada penawaran yang dimenangkan untuk seri PBS006. Penawaran yang masuk untuk seri ini sebesar Rp712 miliar dengan imbal hasil terendah masuk 8,31 persen dan tertinggi 9,00 persen.
Jumlah dimenangkan sebesar hampir Rp1,02 triliun itu lebih rendah dari target indikatif yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp1,5 triliun. Penjualan Sukuk atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) itu ditujukan untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBNP 2014.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 6 Sepatu Lari Lokal Berkualitas Selevel HOKA Ori, Cocok untuk Trail Run
Pilihan
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
-
Pelatih Al Nassr: Cristiano Ronaldo Resmi Tinggalkan Arab Saudi
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
Terkini
-
Pengusaha Mal Full Senyum Pada Momen Ramadan dan Lebaran Tahun Ini
-
Studi Oxford Economics Ungkap Dampak Bisnis McDonalds di Indonesia
-
BRIN Ungkap Produk Tembakau Alternatif Minim Risiko Toksikan, Apa Itu?
-
Vendor Pengadaan Laptop Chromebook Buka-bukaan soal Tudingan Keuntungan
-
Peruri Tebar Sembako Hingga Baju Lebaran
-
Tunggu Fatwa soal Kripto, OJK Perkuat Tokenisasi Aset Riil
-
Purbaya Buka Opsi Potong Anggaran MBG demi Cegah Kenaikan Harga BBM
-
Jika Ini Terjadi, Purbaya Akui Harga BBM Subsidi Bisa Naik
-
IHSG Jeblok Gegara Fitch, Purbaya: Time to Buy Sebetulnya, Enggak Usah Takut!
-
BHR Ojol 2026: Sesuai atau Jauh dari Ekspetasi?