Suara.com - Pengusaha berharap realisasi kenaikan harga elpiji nonsubsidi 12 kilogram tidak terlalu tinggi karena dikhawatirkan terjadi kelesuan pasar dan beralih ke epiji subsidi tiga kilogram.
"Kebijakan menaikan harga adalah wewenang pemerintah dan Pertamina, namun kami berharap jangan terlalu tinggi menaikannya karena pasti berdampak ke penjualan," kata pemilik agen elpiji nonsubsidi PT Tuah Karsa, Tuah Laksamana.
Ia mengatakan harga eceran tertinggi (HET) elpiji 12 kilogram (kg) di tingkat agen di Kota Pekanbaru kini mencapai Rp91.600 per tabung dan saat di tingkat pengecer bisa mencapai Rp105.000 tergantung lokasinya.
Apabila kenaikan harga nanti mencapai 10 persen, ia memprediksi konsumen khususnya dari kalangan rumah tangga akan beralih ke elpiji bersubdi kapasitas 3 Kg yang harga ecerannya kini Rp16 ribu per tabung.
"Perbedaan harga tabung 12 kilogram dengan yang bersubsidi sangat jauh sekali. Konsumen pasti akan beralih karena itu sudah menjadi hukum pasar mencari harga yang termurah," katanya.
Ia mengatakan permintaan elpiji 12 Kg jelang kenaikan harga kini masih stabil. Pasokan untuk agen juga masih lancar dari Pertamina, yakni mencapai 540 hingga 720 tabung per hari.
Menurut dia, pemerintah setelah melakukan kenaikan harga elpiji juga harus menjamin agar tidak terjadi peralihan konsumen ke elpiji bersubsidi yang sebenarnya diperuntukan untuk masyarakat kurang mampu dan usaha mikro dan kecil.
"Semoga pasar tidak beralih, dan pengusaha sendiri juga selalu membantu memberi pemahaman ke masyarakat bahwa tabung elpiji bersubsidi untuk masyarakat miskin. Dan saya harap pemerintah terus melakukan pengawasan dan edukasi ke masyarakat," katanya.
Sebelumnya, pemerintah sudah memberikan "lampu hijau" bagi Pertamina untuk menaikan harga elpiji bersubsidi. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026