Suara.com - Deputi Metodologi dan Informasi Statistik Badan Pusat Statistik Dudi Saefudin Sulaiman mengemukakan rencana pihaknya menerapkan sistem perekaman data secara "mobile" (mobile capture) dalam pelaksanaan sensus, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan efketivitas pengkolektifan data.
"Ilustrasinya, jadi petugas lapangan yang berjumlah ribuan, melakukan wawancara, langsung kirim data itu ke pusat data dan bisa diolah," kata Dudi dalam sebuah pengenalan produk perangkat lunak di Jakarta, Selasa, (9/9/2014).
Dia menjelaskan, sistem "mobile capture" itu berupa peranti lunak (software) yang diaplikasikan pada alat atau "gadget" tenaga sensus di lapangan.
Dengan demikian, setelah merekam data dari lapangan, tenaga sensus tersebut dapat langsung mengirimkannya ke pusat data (server). Sehingga, efektivitas dan efesiensi dapat ditingkatkan karena tenaga sensus tersebut tidak perlu mendistribusikan data secara manual ke kantor pengolahan data di setiap provinsi.
Selama ini, menurut Dudi, BPS sebenarnya sudah menggunakan sistem perekaman data dengan peranti yang cukup canggih, yang mencakup perekaman, proses, analisis, dan integrasi data. Namun, sistem "mobile capture' tersebut dirasa perlu dipertimbangkan untuk mempermudah dan mempercepat proses distribusi data.
Menurut dia, paling mungkin sistem "mobile capture" itu diterapkan saat sensus ekonomi pada 2016. Namun, Dudi menggarisbawahi, bahwa penerapan sistem tersebut masih bersifat wacana dan perlu kajian matang, terutama soal alokasi anggaran yang dibutuhkan.
Sebagai gambaran, pada 2014 alokasi belanja untuk kebutuhan Informasi dan Teknologi BPS, kata Dudi, sebesar Rp170 miliar dari total anggaran Badan Pusat Statistik itu di kisaran Rp3 triliun.
Dalam kesempatan yang sama, Manajer Penjualan dari perusahaan penyedia aplikasi, Kofax, Shaukat Ali mengatakan tren perekaman data di Indonesia akan menyentuh integrasi dan analisis data.
Sistem tersebut, menurut Shaukat, akan dibutuhkan institusi pemerintah, perbankan, dan perusahaan minyak dan gas untuk memudahkan distribusi data yang harus dilakukan antarpulau.
"Kofax di Indonesia dapat dikatakan paling lengkap, dari analisis hingga integrasi, kami menyediakan," ujar dia. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana
-
Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub
-
TASPEN Cepat Kilat, 99 Persen Pensiunan Terima Gaji Ke-13 di Hari Pertama Tanpa Potongan
-
Asuransi Astra Rayakan Eksistensi 70 Tahun dengan ACTION! dan Apresiasi Pewarta 2026
-
RUU P2SK Disepakati, Besok Dibawa ke Paripurna
-
Pengamat: Pengusaha Jangan Baru Ribut Saat DSI Bereskan Tata Kelola Ekspor
-
Punya Lisensi, WSKT Mulai Garap Proyek Infrastruktur di Arab Saudi
-
IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah
-
Purbaya Ungkap DPR Bisa Evaluasi LPS, OJK, dan BI berkat RUU P2SK
-
Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang