Suara.com - Pengamat dari Universitas Sumatera Utara (USU), Wahyu Ario Pratomo menyebutkan, pasar mengkhawatirkan peningkatan kinerja perusahaan BUMN menyusul terpilihnya Rini M. Soemarno sebagai Menteri BUMN.
"Kekhawatiran dinilai sah-sah saja mengingat Rini merupakan salah satu calon menteri yang diterpa isu dapat rapor jelek dari KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)," kata Wahyu Ario Pratomo di Medan, Minggu (26/10/2014) malam.
Kekhawatiran semakin besar, karena penempatan Rini juga dinilai pasar sebagai balas jasa dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dimana Menteri BUMN itu merupakan mantan Ketua Tim Transisi yang dinilai juga sebagai "orangnya" Megawati.
Setiap penempatan berlatarbelakang balas jasa memang akan rentan dengan kegagalan atau kinerja buruk. Apalagi kinerja Rini saat menjadi Menteri Perindustrian ketika Presiden dijabat Megawati Soekarnoputeri tidak begitu mencuat bagus.
"Jadi untuk menepis kekhawatiran pasar, Presiden Jokowi harus bisa menjadikan Rini sebagai menteri yang berkinerja bagus membawa BUMN semakin lebih bagus ke depannya," kata Wahyu.
Isu yang selalu menyebutkan perusahaan BUMN sebagai "sapi perahan" pejabat Menteri BUMN dan Pemerintah untuk kepentingan kelompok atau partai penguasa harus semakin bisa ditepis.
Menurut Wahyu, peningkatan kinerja BUMN mulai yang bergerak dari bidang pemberitaan, penerbangan hingga perkebunan harus ditingkatkan mengingat potensi bisnisnya yang masih cukup besar.
Di negara maju, perusahaan BUMN sangat menjadi penopang perekonomian negara dan masyarakat sehingga terus mendapat dukungan kuat dalam segala hal dari Pemerintah. (Antara)
Berita Terkait
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Borok Proyek Kereta Cepat: Nama Luhut dan Rini Soemarno Disebut, KPK Didesak Turun Tangan
-
Jaksa Baca BAP Eks Menteri BUMN, Kubu Tom Lembong: Rini Soemarno Jadi Alat untuk Jerat Terdakwa
-
Diperiksa KPK Soal Kasus PGN, Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Ngaku Ditanya Soal Ini
-
Jadi Tersangka Korupsi Gula, Ingat Lagi Alasan Tom Lembong Diberhentikan Jadi Mendag oleh Jokowi
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Bahlil Jelaskan soal Stok BBM Nasional Cuma 25 Hari: Mau Simpan di Mana?
-
Kantornya Digeledah, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Hormati Proses Hukum
-
Kantor Purbaya Tanggapi Penilaian Fitch usai Turunkan Rating Indonesia ke Negatif
-
Bursa Kripto CFX Optimistis Pasar Aset Kripto Tumbuh Positif pada 2026
-
Bahlil Sebut RI Memang Butuh Impor Etanol dari AS
-
IHSG Jeblok 4,57%, Apa yang Bikin Pasar Panik?
-
Purbaya Klaim Anggaran Negara Masih Aman di Tengah Perang AS-Israel-Iran
-
Dirut Bursa Kripto CFX: Volume Kripto Offshore 2,5 Kali Lebih Besar dari Dalam Negeri
-
CFX Perkecil Biaya Transaksi Demi Dongkrak Daya Saing Pasar Kripto RI
-
Rupiah Tertekan Konflik Timur Tengah, Melemah Lawan Dolar AS