Suara.com - Dua dekade lalu, Ryan Blair adalah produk dari sebuah keluarga yang amburadul. Di usia 13 tahun, Blair sudah terlibat dalam sejumlah kejahatan seperti obat-obatan terlarang hingga pencurian. Blair keluar dari sekolah di tingkat 9 dan mulai memasuki kehidupan gang di jalanan.
“Ketika itu, saya melihat bagaimana sebuah sistem bekerja, bagaimana penguasa jalanan membuat dirinya tetap berkuasa melalui pengaruh dan juga manipulasi. Saya juga mengamati bagaimana orang yang lebih tua menggunakan penyuapan dan juga rasa takut untuk memaksa anak-anak muda melakukan tindakan kejahatan dan banyak anak muda yang mau melakukan itu,” katanya.
Di usia 21 tahun, Blair mendirikan perusahaan pertamanya dan kini dia adalah seorang pengusaha yang juga adalah multimiliuner.
“Jauh sebelum saya menjadi multi miliuner, saya adalah seorang remaja dengan catatan kriminal, pengalaman jadi anggota gang dan sering mengalami kekerasan oleh ayah saya. Kehidupan remaja saya bukan sesuatu yang normal bagi seseorang yang akan menjadi pengusaha suksea,” jelasnya.
Blair remaja sempat ditahan polisi belasan kali. Terakhir kali harus mendekam di penjara di kantor polisi, usianya 16 tahun. Blair beruntung, ibu kandungnya menikah dengan seorang pengusaha properti sehingga kehidupan mereka menjadi lebih baik.
Ketika diminta untuk pindah ke rumah ayah tirinya, Blair baru melihat sisi lain dari kehidupan yaitu bagaimana orang menjalankan bisnis dengan legal. Ternyata, kata dia, sisi lain kehidupan yang baru dilihatnya itu tidak terlalu berbeda dengan kehidupan di jalanan yang pernah dilaluinya.
“Ada hirarki di dalam gang, hirarki posisi dan kekuatan. Sebuah gang adalah sistem ekonomi dan ada banyak kesamaan antara gang dengan perusahaan yang legal,” jelasnya.
Tiga tahun setelah melihat sisi baru kehidupan itu, Blair mendirikan perusahaan pertamanya yaitu 24/7 Tech. Itulah awal langkah Blair menembus dunia bisnis dan menjadi seorang multi miliuner.
Saat ini, Blair adalah CEO dari ViSalus dan meraih penghargaan DSN Global Turn Around Award pada 2010. Ketika itu, dia mengubah perusahaannya yang punya utang 6 juta dolar Amerika pada 2008 menjadi perusahaan yang mempunyai pendapatan 150 juta dolar Amerika hanya dalam waktu 16 bulan.
ViSalus adalah perusahaan yang bergerak di bidang Multi Level Marketing (MLM). ViSalus dibeli Blyth Inc dan Blair tetap menjadi CEO. Pada 2012, nilai ViSalus sudah mencapai 600 juta dolar Amerika.
“Saya belajar kemampuan untuk berbisnis dari kemiskinan dan mempunyai keluarga yang terlibat dalam bisnis yang ilegal,” ungkapnya.
Pada awalnya, Blair mengaku gugup untuk memperlihatkan jati dirinya dalam berbisnis. Ini karena banyak orang yang selalu melihat alasan kenapa orang lain selalu lebih baik dari dirinya. Karena itu, Blair memutuskan untuk tidak menutup-nutupi masa lalunya yang kelam dan menjadi dirinya sendiri.
“Saya 100 persen terbuka untuk merekrut karyawan yang mempunyai catatan kriminal. Yang penting, dia jujur tentang catatan krimimal tersebut,” tegasnya.
Pada 2011, Blair menulis kisah hidupnya dalam sebuah buku yang diberi judul Nothing to Lose, Everything to Gain: How I Went from Gang Member to Multimillionaire Entrepreneur. Buku itu menjadi best sellers versi The New York Times. Pada 2012, Ernst & Young menobatkan Blair sebagai Entrepreneur of the Year. (BusinessInsider/Forbes/HuffingtonPost)
Tag
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih