Bisnis / Makro
Jum'at, 12 Desember 2014 | 13:08 WIB
Menteri Pariwisata Arief Yahya (kiri). (Antara/Widodo S Jusuf)

Suara.com - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan Indonesia sedang menuju destinasi wisata kuliner terfavorit di dunia yang berdaya saing melalui upaya-upaya yang terus dilakukan.

Upaya menu itu, termasuk promosi ke luar negeri dan di dalam negeri serta meningkatkan rasa cinta dan minat masyarakat terhadap kuliner tradisional Nusantara.

"Untuk menuju ke target itu, kami menyelenggarakan Pekan Wisata Kuliner Tradisional Nusantara (PWKTN) yang dilaksanakan dalam rangka Program 100 Hari (Quick Wins) Kabinet Kerja 2014-2019, pada 12 sampai 14 Desember 2014 di Plasa Barat Monumen Nasional (MONAS)," kata Menpar Arief Yahya saat membuka Pekan Wisata Kuliner Tradisional Nusantara 2014 di Jakarta, Jumat, (12/12/2014).

Ia mengatakan acara ini bertujuan mendorong Pemerintah Daerah bersama dengan pemangku kepentingan terkait untuk membangun Destinasi Wisata Kuliner Indonesia yang berdaya saing.

Selain itu, juga menjadi upaya untuk meningkatkan rasa cinta dan minat masyarakat terhadap kuliner tradisional Nusantara.

"Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk memperkenalkan makanan tradisional Nusantara kepada masyarakat luas serta memperkenalkan potensi kekayaan kuliner provinsi di Indonesia," tuturnya.

Menurut dia, kuliner Indonesia terbukti memiliki daya tarik yang besar, apalagi dengan dinobatkannya rendang sebagai salah satu makanan terlezat di dunia.

Hal ini membuktikan bahwa kuliner Indonesia disukai serta siap menjadi salah satu faktor penggerak ekonomi masyarakat, khususnya dalam hal bisnis skala kecil.

Pihaknya mencatat pada 2013 sektor kuliner memberikan kontribusi nilai tambah bruto sebesar Rp208,6 triliun dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 4,5 persen dari tahun 2012-2013. (Antara)

Load More