Suara.com - Pengamat Kebijakan Layanan Publik dari Universitas Indonesia (UI) Agus Pambagyo, mengapresiasi kesuksesan PT PLN (Persero) dalam hal melakukan efisiensi. Sejak beberapa tahun terakhir, PLN terus berkomitmen melakukan upaya efisiensi di segala lini.
“Kita perlu mengapresiasi upaya efisiensi yang telah banyak dilakukan PLN, sehingga bisa berdampak baik bagi layanan ke pelanggan,” kata Agus Pambagyo.
Berdasarkan catatan Bank Dunia, pelayanan listrik kepada masyarakat di Indonesia yang saat ini dikelola oleh PLN memang menunjukan efisiensi yang terus meningkat. PT PLN (Persero) terus berupaya melakukan efisiensi dari semua aspek. Hingga akhir 2014, PLN telah melakukan upaya efisiensi di segala lini.
Di sisi pengadaan barang, misalnya, PLN kini menerapkan e-procurement dan joint procurement yang memungkinkan untuk mendapatkan harga beli lebih murah. Sementara terkait pasokan, terus berusaha memperkecil penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di pembangkit mereka.
Selain dengan mengurangi tingkat penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di pembangkit listrik, PLN juga melakukan efisiensi susut jaringan. Yaitu dengan mengurangi energi listrik yang hilang selama proses pendistribusian dari pembangkit sampai ke konsumen.
Pada tahun 2008, Bank Dunia mencatat susut jaringan energi listrik di Indonesia yang dikelola PLN rata-rata masih di kisaran 10,06%. Dengan upaya efisiensi, susut jaringan hingga pertengahan tahun 2013 tercatat sudah di posisi 9,3% hingga 9,4%.
Besaran susut jaringan PLN tersebut masih jauh lebih efisien ketimbang Filipina, Brasil, dan India. Filipina pada 2008 masih di kisaran 12,6%, dan hingga pertengahan 2013 masih di angka 11,1%-11,5%. Adapun susut jaringan listrik Brasil pada 2008 masih 16,6%, pada pertengahan 2013 masih di kisaran 16,5%. Sementara India, susut jaringan listrik pada 2008 sebesar 21,4%, dan pada pertengahan 2013 masih sebesar 21,1%.
Dari sisi efisiensi operasi termasuk penggunaan bahan bakar, PLN jauh lebih efisien dibanding beberapa perusahaan listrik lain di dunia, seperti perusahaan listrik Malaysia, yaitu Tenaga Nasional Berhard (TNB) dan YTL Corporation, serta perusahaan listrik Thailand, EGAT.
Sedangkan jika tidak memperhitungkan biaya bahan bakar, maka PLN masih lebih efisien dibanding perusahaan listrik TNB (Malaysia), EGAT (Thailand), YTL (Malaysia), FirstGen (Filipina), dan EDC (Kamboja). Untuk diketahui, biaya bahan bakar termasuk uncontrolable cost bagi PLN lantaran dipengaruhi oleh nilai tukar, inflasi, dan harga minyak Indonesia (ICP).
Dalam keterangan tertulis yang diterima suara.com, Jumat (19/12/2014), PLN terus berupaya mendorong pengurangan porsi penggunaan BBM. Namun demikian, sebagai implikasi kuat komitmen melayani listrik ke wilayah-wilayah terpencil, porsi penggunaan BBM tidak dapat terus ditekan. Sebab, banyak wilayah terpencil dan pulau-pulau kecil yang hanya bisa dilayani dengan baik bila menggunakan pembangkit diesel yang berbahan bakar BBM.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL
-
Newcastle Turunkan Harga, Arsenal Semakin Dekat Dapatkan Bruno Guimaraes
-
Surya Paloh Pasang Target Tinggi: Yakin Nasdem Bakal Naik di Pemilu 2029
-
Tahan Tangis, Sarwendah Ungkap Perjuangan Nafkahi Anak di Tengah Gugatan Ruben Onsu
-
Putri Pahlawan Nasional Pimpin WPP PPP, Dewi Arimbi Siap Tempur di Pemilu 2029