Suara.com - Kementerian Perdagangan pada 2015 akan merevitalisasi 469 pasar rakyat yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Untuk itu dibutuhkan dana sebanyak Rp997,5 miliar.
"Untuk tahun 2015, kita memiliki anggaran total untuk membangun 469 pasar rakyat," kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Srie Agustina, pada Diskusi Terbatas Refleksi Akhir Tahun Mengawal Kebijakan dan Strategi Pemerintahan Baru dalam Pengembangan Pasar Rakyat, di Jakarta, Senin (22/12/2014).
Dalam kurun waktu empat tahun terakhir, lanjut Srie, Kementerian Perdagangan sudah merevitalisasi 560 pasar rakyat. Jumlah tersebut masih terbilang kecil jika dibandingkan dengan jumlah pasar yang ada di Indonesia yang diperkirakan mencapai 10.000 pasar rakyat.
Dari seluruh pasar rakyat yang akan direvitalisasi tersebut, sebanyak 37 unit pasar akan menggunakan dana dari Kementerian Perdagangan, sementara pasar-pasar yang terletak di 335 kabupaten/kota lainnya akan direvitalisasi menggunakan dana alokasi khusus.
Srie menambahkan, untuk prioritas revitalisasi pasar rakyat tersebut akan diprioritaskan untuk daerah timur Indonesia, dan juga daerah perbatasan serta pulau terluar.
"Dari kurang lebih sebanyak 9.900 pasar rakyat, sebanyak 3.700 pasar merupakan pasar yang berusia lebih dari 25 tahun," kata Srie.
Berdasarkan suvei AC Nielsen tahun 2013, jumlah pasar rakyat di Indonesia terus mengalami penurunan. Pada 2007 pasar rakyat berjumlah 13.550, menurun menjadi 13.450 di tahun 2009, dan pada 2011 menurun menjadi 9.950 buah. Perbandingan pertumbuhan pasar rakyat di Indonesia terus mengalami penurunan, dimana untuk pasar rakyat minus 8,1 persen sementara pasar modern tumbuh 31,4 persen. Untuk kedepannya, lanjut Srie, Kementerian Perdagangan tak hanya akan merevitalisasi fisik pasar, melainkan juga merevitalisasi pasar yang menjadi 'hub' untuk semua jaringan distribusi hulu.
"Selain itu juga revitaslisasi sosial budaya, dua hal itu kedepannya akan kita masukkan," kata Srie.
Berdasarkan data pada tahun 2011 lalu, sebanyak 12,5 persen atau sekitar 30 juta penduduk Indonesia bermata pencaharian sebagai pedagang di pasar rakyat. (Antara)
Berita Terkait
-
Ekonomi Aceh Tamiang Mulai Bangkit, Aktivitas Pasar Kembali Ramai
-
Bukan Cuma Jualan, Festival Jadi Panggung UMKM Bangun Relasi dan Buka Peluang
-
PNM Hadirkan Cici Rosa, Bazar Ramadan Buka Akses Pasar Bagi Ribuan Nasabah
-
Di Balik War Takjil: Ada Mesin Ekonomi Rakyat yang Bergerak Tanpa Henti
-
Dugderan Semarang 2026: Saat Tradisi, Nostalgia, dan Jajanan Rakyat Bertemu di Alun-Alun
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
Terkini
-
S&P Dow Jones Ancam Turunkan Kasta Indonesia, Soroti Transparansi Bursa
-
Pegadaian Gelar Sales Town Hall 2026, Perkuat Akselerasi Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan
-
Fasilitasi Impor dan Pengadaan Barang China, Natindo Cargo Bantu UMKM
-
Sidang Korupsi INALUM Bongkar Risiko Penjualan Alloy: Piutang Rp140 Miliar Diduga Akibat Penipuan
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Selaras dengan Danantara, BTN Perkuat Transformasi Bisnis dan Bukukan Kinerja di Atas Rata-Rata
-
BACH dan EMMI Resmi Jadi Emiten BEI, Dana IPO Difokuskan untuk Ekspansi Bisnis
-
Rupiah Melemah, Dolar AS Mulai Dekati Level Rp18.000
-
Ketegangan AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Kekhawatiran Gangguan Pasokan
-
Gagal Bayar Meningkat, Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp103,73 Triliun