Suara.com - Menjelang pergantian tahun dan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, harga cabai kecil di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara melonjak tajam menjadi Rp110.000 per kilogram.
Nurjannah, seorang pedagang bumbu masak di Pasar Inhutani Kabupaten Nunukan menerangkan, lonjakan harga cabai kecil hasil panen petani setempat mengalami kenaikan sejak sepekan terakhir akibat tingginya permintaan menjelang pergantian tahun.
Ia juga mengutarakan, kenaikan harga cabai ini di daerah itu mencapai Rp110.000 per kilo gram lebih dipicu oleh perayaan tiga hari besar yang bertepatan pada Desember 2014 yakni Hari Natal (25/12/2014), malam pergantian tahun dan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.
Sebelumnya harga cabai kecil lokal hanya Rp75.000 per kilo gram, ujar dia.
"Harga naik sudah satu minggu (pekan) ini karena tingginya permintaan dari masyarakat menjelang malam pergantian tahun dan peringatan Maulid (Nabi MIuhammad SAW) yang waktunya berdekatan," ujar Nurjannah.
Selain itu, cabai kecil lokal stoknya sangat terbatas ditambah pasokan dari Sulawesi Selatan sejak beberapa bulan lalu tidak ada akibat harga pada tingkat petani di daerah itu sangat tinggi mencapai Rp60.000 per kilo gram.
Meskipun harga cabai kecil lokal melonjak naik, namun antusiasme masyarakat untuk membeli tetap tinggi disebabkan tidak adanya cabai kecil lain yang diperjualbelikan di Kabupaten Nunukan.
"Kalau ada cabai dari Sulsel pasti harganya tidak akan sebesar itu. Harga mahal dan tetap disuka pembeli karena tidak ada yang lain," ujar Lina, pedagang bumbu masak lainnya di Pasar Inhutani tersebut.
Menurut dia, walaupun harga cabai kecil produksi petani setempat dianggap sangat mahal tetap laris dan diserbu pembeli saat tiba di pasar itu pada dini hari sebelum diborong oleh pedagang lain. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub
-
TASPEN Cepat Kilat, 99 Persen Pensiunan Terima Gaji Ke-13 di Hari Pertama Tanpa Potongan
-
Asuransi Astra Rayakan Eksistensi 70 Tahun dengan ACTION! dan Apresiasi Pewarta 2026
-
RUU P2SK Disepakati, Besok Dibawa ke Paripurna
-
Pengamat: Pengusaha Jangan Baru Ribut Saat DSI Bereskan Tata Kelola Ekspor
-
Punya Lisensi, WSKT Mulai Garap Proyek Infrastruktur di Arab Saudi
-
IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah
-
Purbaya Ungkap DPR Bisa Evaluasi LPS, OJK, dan BI berkat RUU P2SK
-
Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang
-
Dirikan Brand Minyak Telon, Alumni Geografi UGM Berhasil Pasarkan Produk hingga Asia Tenggara