Suara.com - Menyambut perdagangan tahun 2015, Presiden Joko Widodo membuka aktivitas perdagangan di sektor riil dan sektor keuangan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebelum membuka perdagangan di BEI, Jokowi terlebih dulu 'membuka' perdagangan di Pasar Tanah Abang (Jakarta Pusat).
"Tadi pagi, saya sudah buka pintu besar Tanah Abang. Saya buka sendiri dengan seluruh menteri dan wakil gubernur. Di sana pusat perdagangan produk yang dihasilkan rakyat seluruh Tanah Air. Di sana produk garmen untuk ekspor," kata Jokowi saat acara pembukaan perdagangan bursa 2015 di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (2/1/2015).
Setelah itu, Jokowi membuka perdagangan pasar modal awal tahun.
"Setelah itu kita buka perdagangan efek pertama tahun 2015," ungkapnya.
Di depan investor dan emiten bursa, Jokowi meyakinkan prospek ekonomi Indonesia tahun ini masih cerah. Untuk itu, dirinya tetap optimistis ekonomi Indonesia akan tumbuh lebih baik.
"Saya meyakini optimisme untuk songsong 2015 ini akan lebih baik ekonomi kita. Saya yakini itu," tegasnya.
Sebagai informasi, langkah Jokowi membuka pasar sektor riil dan sektor keuangan secara bersamaan merupakan kali pertama dilakukan oleh seorang presiden di Indonesia.
Pada sesi pembukaan perdagangan pagi tadi, Indeks Harga Saham Gabungan dibuka di posisi 5.233 atau naik 6,85 poin. Pada pukul 10.40 WIB, IHSG terus naik ke posisi 5.238 atau mendekati rekor tertinggi di sepanjang sejarah yaitu di posisi 5.260.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Pelabuhan Karimun Masuk Radar Sanksi Uni Eropa terkait Distribusi Minyak Rusia
-
Strategi Bank Mandiri Taspen Perkuat Ekosistem Pensiunan
-
Pandu Sjahrir: Moodys Hanya Minta Kejelasan Arah Kebijakan Pemerintah
-
Kemenhub Deadline Kapal Penyeberangan: Bereskan Izin atau Dilarang Mudik
-
Kilau Emas Menggoda, Pembiayaan BCA Syariah Melesat 238 Persen
-
Antisipasi Mudik Lebaran 2026, KSOP Tanjung Wangi Siagakan 55 Kapal di Selat Bali
-
Skandal Ribuan Kontainer China: Mafia Impor Diduga Gerogoti Institusi Bea Cukai
-
Kinerja 2025 Moncer, Analyst Rekomendasikan 'BUY' Saham BRIS
-
BPDP Akui Produktivitas Sawit Indonesia Kalah dari Malaysia
-
Pemerintah Umumkan Jadwal WFA Periode Ramadan-Lebaran, Berlaku buat ASN dan Swasta