Suara.com - Harga emas di sepanjang 2014 mengalami fluktuasi. Tahun ini, harga emas diperkirakan akan tetap rendah di pasar internasional. Karena, sejumlah investor emas yang besar dan juga pemegang cadangan emas kemungkinan besar akan menjual emas mereka untuk mengatasi tekanan terhadap mata uang dan juga anjloknya harga minyak dunia.
Sunny Chittilappilly, Wakil Presiden Dubai Gold mengatakan, pada 31 Desember 2013 harga emas 1.206 dolar per ounce dan pada 29 Desember 2014 harganya 1.192 dolar per ounce. Kata dia, harga emas terus berfluktuasi di sepanjang 2014 dan sempat menembus angka 1.300 dolar per ounce.
“Kami memperkirakan harga emas cenderung turun pada tahun ini karena pasar mengharapkan investor besar akan menjual emasnya,” kata Sunny.
Kata dia, investor besar seperti Cina dan Rusia hampir pasti akan menjual cadangan emas mereka untuk mengatasi kesulita keuangan. Untuk kasus yang dialami Rusia, negara itu harus mengatasi tekanan jatuhnya nilai tukar rubel terhadap dolar Amerika dan anjloknya harga minyak dunia dengan cara menjual cadangan emas mereka.
“Apabila dolar Amerika terus menguat maka investor akan menyimpan dana mereka dalam bentuk dolar dan bukan emas,” ujarnya.
Berdasarkan data dari Dana Moneter Internasional (IMF), Rusia membeli banyak emas di sepanjang tahun ini ketika harga emas tengah turun. Bank Sentral Rusia diperkirakan akan menjual cadangan emasnya pada bulan ini untuk memperkuat rubel terhadap dolar Amerika. Saat ini menjadi waktu yang paling tepat bagi anda yang ingin membeli emas untuk investasi. (Emirates24/7)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
Terkini
-
Tangani Dampak Longsor dan Banjir, Kementerian PU Pastikan Akses Jalan di Sumut Segera Pulih
-
Konsumsi Pertamax Melonjak 20 Persen Sepanjang 2025, BBM Ramah Lingkungan Makin Diminati
-
Rem Darurat Pinjol! OJK Batasi Utang Maksimal 30% Gaji Mulai 2026
-
Aset Pengguna Tokocrypto Tembus Rp5,8 Triliun, Diaudit Teknologi Canggih!
-
Harga Pangan Nasional Terus Melandai, Cabai hingga Bawang Merah Kompak Turun
-
BRI Peduli Berdayakan Penyandang Disabilitas Lewat Pelatihan dan Pemagangan Strategis
-
Harga Minyak Melandai: Antara Krisis Iran dan Ekspor Baru Venezuela
-
Rupiah Melemah, Berikut Harga Kurs Dolar AS di Mandiri, BNI, BRI dan BCA
-
Aturan Asuransi Kesehatan Dibuat, OJK Tetapkan Aturan Co-Payment Jadi 5 Persen
-
Awal Pekan, Rupiah Dibuka Suram ke Level Rp16.839 per Dolar AS