Suara.com - Harga minyak dunia jatuh ke tingkat terendah baru dalam 5,5 tahun pada Rabu (7/1/2015).
Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari, merosot 2,11 dolar AS menjadi ditutup pada 47,93 dolar AS per barel, posisi terendah yang terakhir disaksikan pada akhir April 2009.
Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Februari turun 2,01 dolar AS menjadi menetap di 51,10 dolar AS per barel, tingkat terendah sejak awal Mei 2009.
Harga minyak dunia yang terjun bebas ini setelah Arab Saudi menyalahkan pertumbuhan ekonomi global yang lemah dan berkeras akan mempertahankan sikap kebijakan produksinya.
"Pasar masih khawatir tidak ada tanda-tanda bahwa membanjirnya pasokan akan mulai turun," analis Nordea Markets, Thina Margrethe Saltvedt mengatakan kepada AFP.
James Williams dari WTRG mengatakan pelemahan di pasar bisa membawa harga hingga di bawah 40 dolar AS per barel.
"Pada dasarnya, ada keberlanjutan kekhawatiran tentang OPEC tidak mengurangi produksinya, terutama Arab Saudi, dan produksi Amerika Serikat terus meningkat," kata dia.
Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Salman, dalam pidato atas nama Raja Abdullah yang sedang sakit pada Selasa mengatakan, pertumbuhan yang lemah yang harus disalahkan untuk jatuhnya harga, yang telah mengiris pendapatan pengekspor terbesar di dunia itu.
"Perkembangan ini bukanlah hal yang baru di pasar minyak, dan kerajaan itu di masa lalu menghadapinya dengan tegas dan bijaksana," katanya sembari menambahkan kalau Arab Saudi akan mempertahankan "pendekatan yang sama" terhadap pasar.
Berita Terkait
-
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Sekarang Popularitas Pemerintah Naik Kencang Sekali
-
Ketegangan Perang Reda, Harga Minyak Dunia Turun Tipis
-
IESR: Elektrifikasi Jadi Tameng APBN dari Kenaikan Harga Minyak
-
Awas Harga BBM Naik! Indonesia Tidak Termasuk Negara Diizinkan Lewat Selat Hormuz
-
Purbaya Bocorkan Strategi Pemerintah Jika Harga Minyak Dunia Terus Melonjak
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Ancaman Selat Hormuz, RI Mulai Telusuri Sumber Minyak Selain Timur Tengah
-
Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan
-
KPPU Sanksi 97 Pinjol Rp 755 Miliar, Asosiasi Ngotot Ajukan Banding
-
Penjelasan Kemenkeu soal Lapor SPT Purbaya Kurang Bayar Rp 50 Juta di Coretax
-
Purbaya Klaim Bos Danantara Sepakat PNM Dialihkan ke Kemenkeu
-
Moodys Beri Sinyal Waspada, PERBANAS Klaim Fundamental Bank Himbara Tangguh
-
EV Kian Diminati, Transaksi SPKLU PLN Tembus Rekor Tertinggi 18.088 Kali pada H+2 Idulfitri 1447 H
-
BRI KPR Solusi Hadirkan Kemudahan Beli Properti dari Lelang Bank dengan Proses Praktis
-
Purbaya Buka Opsi Suntik Dana SAL Milik Pemerintah ke Bank Swasta
-
Maksimalkan Sisa THR, Investasikan Jadi Emas Lewat BRImo Lebih Menguntungkan