Suara.com - Berawal dari keahlian menciptakan rasa kopi berkualitas nomer wahid, Aryobimo Prameswara (26) bersama kedua temannya membuka usaha produksi kopi buatannya sendiri. Nama yang dipilih 'Grattio Coffee.’ Mereka juga memutuskan untuk tidak lagi menjadi pegawai dari perusahaan reseller kopi ternama di Indonesia.
Aryobimo Prameswara (Riby) mengatakan, 'Grattio Coffee' didirikan bersama 2 orang temannya yaitu, Muhammad Irfan dan Eko Apriyanto, dengan konsep usaha produk kopi olahan sendiri jenis Arabica, yang menonjolkan kopi khas daerah-daerah di Indonesia, dengan produknya yang bernama "LokaCoffee."
"Konsepnya kami menonjolkan kopi khas berbagai daerah di Indonesia dengan cita rasanya, karena setiap pohon kopi yang ditanam di daerah satu dengan daerah yang lain, akan menghasilkan karakter rasa yang berbeda. Contoh kopi Gayo Aceh lebih asam, sedangkan kopi bali rasanya lebih mirip buah jeruk," kata Riby kepada suara.com, di Depok, Senin (19/1/2015).
Riby mengungkapkan, bahan dasar produk olahannya yang berupa kopi didapat langsung dari petani kopi diberbagai daerah seperti, Gayo-Aceh, Nandailing Natal-Sumatera Utara, Jawa, dan Bali.
Terkait modal, Riby menjelaskan, modal awal usahanya sebesar Rp70-100 juta.
"Modal awal sekitar Rp 70-100 juta, hingga kami beromzet Rp 45-60 Juta per bulan atau Rp 720 Juta per Tahun," tuturnya.
Varian kopi khas nusantara yang diperjual belikan, Riby menuturkan, usahanya menjual kopi jenis Arabica dengan 5 varian, mulai dari Kopi Gayo-Aceh, Kopi Mandailing Natal-Sumatera Utara, Kopi Jawa, Kopi Bali, Kopi Flores, Kopi Toraja, dan Kopi Luwak.
"Kami jual 5 varian kopi Arabica mulai dari Gayo-Aceh, Mandailing Natal-Sumatera Utara, Jawa, Bali, Flores Toraja dan Luwak," tuturnya.
Terkait target pasar produk dari usahanya, Riby menuturkan, masuk ke dalam pasar retail yang mencangkup tempat-tempat seperti Gallery, Modern Market, dan Bandara Internasional.
Selain itu, lanjut Riby, hingga saat ini usahanya sudah memiliki pelanggan turis-turis asing melalui pengenalan produk di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali.
"Hingga saat ini, kami sudah memiliki pelanggan, yaitu turis-turis asing melalui pengenalan produk di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali. Selain itu, targetnya masuk ke pasar retail yang mencangkup tempat-tempat seperti Gallery, Modern Market, dan Bandara Internasional lainnya," ungkapnya.
Selain kesuksesannya, Riby mengakui ada tantangan dalam memasarkan produknya, salah satunya bersaing dengan produk lain lainnya.
Akan tetapi, lanjut Riby, tantangan tersebut bisa dikendalikan karena 'Grattio Coffee' hanya menjual kopi khas berbagai daerah di Indonesia dengan kualiatas nomer 1.
"Kami hanya menjual kopi khas berbagai daerah di Indonesia dengan kualitas nomer 1, yang membuat kami berbeda dengan produk lainnya," pungkasnya.
Jika anda berminat untuk mencoba kopi khas berbagai daerah di Indonesia dengan kualitas nomer satu, untuk Gallery atau Modern Market yang anda miliki atau sekedar kenikmatan pribadi, bisa memesan produk 'Loka Coffee' buatan 'Grattio Coffee' melalui email grattio.coffee@yahoo.com atau kunjungi facebooknya di "Loka Coffee".
Tag
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?
-
ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan
-
Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi
-
Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama
-
Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion
-
CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen
-
Mengapa Pertalite Mau Dihapus?