Suara.com - Ketika sudah diterima di fakultas hukum di salah satu universitas di Swedia, Navid Moazzez merasa kehidupannya sudah berjalan sesuai dengan harapannya.
“Awalnya semua berjalan dengan baik, karena saya tidak tahu lagi apa yang harus saya lakukan. Saat waktu terus berjalan, saya mulai sadar bahwa saya tidak ingin terikat di belakang meja di sepanjang hidup, tanpa kebebasan,” kata laki-laki warga negara Swedia tersebut.
Dia memutuskan untuk berhenti kuliah pada 2013 dan memulai bisnis. Dua tahun kemudian, bisnis yang dilakukan Navid berhasil mendatangkan uang sebesar 40 ribu dolar Amerika atau sekitar Rp500 juta per bulan.
Dua bulan setelah keluar dari kampus, Navid membuat website pribadi. Dia terinspirasi oleh orang-orang yang menjalani karirnya secara non tradisional. Navid juga terpengaruh oleh buku seperti Think and Grow Rich serta How to Win Friends And Influence People.
“Yang jadi permasalahan adalah saya sama sekali tidak punya pemasukan sama sekali saat keluar dari kampus. Saya hanya melakukan saja. Dalam website itu saya awalnya memasukan dokumen tentang perjalanan saya menjadi pengusaha dan berharap bisa menginsiprasi orang lain. Saya sama sekali tidak punya koneksi di dunia online sehingga harus banyak belajar dalam membangun brand website saya,” jelasnya.
Tujuan utama Navid membuat website adalah untuk membagi pengalamannya dengan orang lain. Dia sempat mewawancarai Pat Flynn, salah satu ahli di bidang passive income. Salah satu saran Pat adalah membuat websitenya bisa diperhatikan oleh banyak orang.
“Saya kemudsian menjalin hubungan dengan sejumlah orang yang berpengaruh dan juga melalui komunitas. Kalimat dari Zig Ziglar yang memotivasi saya adalah, Anda bisa mendapatkan apa saja di dalam kehidupan apabila Anda mau membantu orang lain mendapatkan apa yang mereka mau. Itulah yang ingin saya lakukan,” kata Navid.
Pada 2014, Navid meluncurkan ulang websitenya dan pada April di tahun yang sama dia memasukkan podcast yang disebutnya The Lifestyle Architect.
“Saya mewawancara orang-orang hebat seperti Robert Greene, Cal Newport, Todd Herman, Chris Brogan, Joel Comm dan masih banyak lagi. Saya suka podcast tetapi yang jadi permasalahan adalah tidak menghasilkan banyak uang atau menambah banyak dafar surat elektronik saya,” ujarnya.
Dia mulai melakukan riset dan kemudian mendengar orang bersedia membayar untuk podcast-nya. Navid kemudian mendapatkan ide untuk membuat pertemuan virtual dalam melakukan branding yang kemudian menjadi The Branding Summit. Awalnya dia menggratiskan dengan tujuan untuk menambah daftar alamat surat elektronik. Tidak tanggung-tanggung, ada 3.000 orang yang mendaftar.
Navid juga menyediakan opsi untuk mendapatkan bonus podcast dan dia berhasil melakukan 200 penjualan.
“Saya menjual wawancara dan juga presentasi dari pertemuan – di mana saya punya 88 pengusaha dunia di dalamnya termasuk bonus eksklusif tanya jawab secara langsung dengan pembicara terkenal, grup Facebook pribadi dan juga tiket ke acara langsung. Saya menawarkan di harga 97 dolar Amerika dan kini sudah naik menjadi 197 dolar Amerika,” jelasnya.
“Saya menghasilkan uang ketika saya tidur, saat berada di gym, toko kelontong atau ketika tengah berada di atas pesawat,” jelasnya.
Navid secara perlahan sudah menjadi ahli branding marketing online. Dia mengajarkan orang-orang yang ada dalam daftar surat elektroniknta tentang bagaimana cara memasarkan dengan cara yang tepat serta memposisikan diri sebagai orang yang ahli. Semuanya dilakukan lewat podcast di website pribadinya.
Navid juga dikenal sebagai The Lifestyle Architect. Dia memberikan trik-trik kepada orang-orang yang mau memulai perjalanan sebagai pengusaha. Lamannya sudah mulai banyak pengunjungnya. Pertaruhan yang dilakukan Navid ketika meninggalkan bangku kuliah dan mulai melakukan bisnis lewat website pribadinya membuahkan hasil yang manis.
“Tidak ada waktu yang sempurna untuk memulai sesuatu. Ambil satu langkah kecil hari ini, bertindak sebelum Anda siap, ambil aksi yang masif dan lakukan saja,” tutupnya. (BussinessInsier)
Tag
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
BTN Tawarkan 10.000 Hunian Second Dengan Harga di Bawah Pasar Pada Lelang Akbar BTN 2026
-
PaDi UMKM dan Danantara Perkuat Kolaborasi Digitalisasi Pengadaan BUMN dan UMKM
-
Saham Diborong, Smelter Dibangun: Inilah Tentakel Nikel Haji Isam
-
IHSG Mulai Bangkit di Level 6.200 pada Sesi I, 540 Saham Hijau
-
IHSG Anjlok ke Level 6.000, OJK Beri Pesan untuk Investor
-
Kemenkeu Buktikan Indonesia Jauh dari Krisis Ekonomi ala 1998, Ini Datanya
-
Listrik Sumatra Kembali Normal, Penyelidikan Polri dan PLN Ungkap Temuan Baru
-
Ekspor CPO hingga Batu Bara Bakal Lewat Satu Pintu, Aturannya Rampung Hari Ini
-
Ekonom Senior Wanti-wanti Pemerintah Soal Potensi Monopoli Ekspor SDA
-
Ekspor Lewat PT DSI, Beban Pungutan hingga Bea Keluar Tak Lagi Ditanggung Eksportir