Suara.com - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Suryo Bambang Sulisto mengatakan pemerintah harus memperkuat cadangan devisa untuk mencegah para spekulan di pasar valuta asing yang memanfaatkan kondisi pelemahan nilai tukar rupiah.
"Tetapi harus disadari bahwa satu-satunya cara untuk menempatkan negara dalam posisi yang kokoh dan tegar agar tidak bisa dipermainkan atau dikerjain oleh para spekulan adalah dengan memperkuat cadangan devisa kita," kata Suryo Bambang Sulisto.
Upaya tersebut, lanjutnya, wajib hukumnya agar bisa mencegah dan tidak akan ada yang berani berspekulasi menyerang mata uang rupiah.
Suryo menilai kebijakan pemerintah yang sudah mengeluarkan 8 kebijakan untuk meredam dampak pelemahan nilai tukar rupiah itu sudah bagus.
Ia mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah berdampak kepada para importir maupun pengusaha yang mempunyai pinjaman dalam valuta asing.
"Pelemahan nilai tukar rupiah berdampak pada semua sektor dalam tingkat yg berbeda-beda tentunya. Yang paling parah adalah bagi para importir dan bagi pengusaha yang punya pinjaman dalam valuta asing," ujar Suryo.
Menurut Suryo, para pengusaha terutama di sektor perikanan dan kelautan yang tidak mempunyai pinjaman mata uang dolar tidak berdampak terhadap lini usaha mereka.
"Justru bagi pengusaha perikanan yang tidak punya pinjaman dolar, apalagi kalau dia eksportir. wah ini masa panen raya seperti dapat durian runtuh, rezeki besar," ujar dia. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- Jalan Lingkar Sumbing Wonosobo Resmi Beroperasi, Dongkrak Ekonomi Tani dan Wisata Pegunungan
- 5 Rekomendasi HP Layar Besar untuk Orang Tua Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Rekomendasi Cream Memutihkan Wajah dalam 7 Hari BPOM
Pilihan
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
Terkini
-
Bukan Sekadar Ekspor-Impor, ART Ikat RIAS dalam Koordinasi Kebijakan Global
-
Perjanjian Tarif Resiprokal, Produk Impor dari AS Tak Perlu Sertifikasi Halal? Ini Faktanya
-
Pedagang Pasar Bilang Harga MinyaKita Tak Pernah Rp 15.700/Liter
-
Pedagang Pasar: Harga Pangan Semuanya Naik, Cabai Rawit Tembus Rp 100 Ribu/Kg
-
Bukan Sekadar Renovasi, Program Pondasi Bangun Rasa Aman dan Produktivitas Warga
-
Tak Cuma Dagang, RI-AS Garap Hilirisasi Silika hingga Nuklir Skala Kecil
-
Terbukti Goreng Saham, OJK Beri Sanksi Denda Rp 5,7 Miliar ke Influencer Pasar Modal
-
Purbaya Bebaskan PPN untuk Sumbangan Bencana Banjir Sumatra
-
Smart Home Makin Diminati, Konsumen Lebih Mudah Nikmati Pengalaman Smart Living
-
Ekonom Nilai Indonesia Rugi Banyak dari Kesepakatan Dagang dengan AS