Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Muljono [suara.com/Bowo Raharjo]
Menyambut datangnya Masyarakat Ekonomi Asean, pemerintah mendorong peningkatan capacity building pengusaha konstruksi lokal. Salah satunya, pemerintah akan membuka peluang bagi kontraktor kualifikasi menengah untuk menggarap paket pengerjaan sebesar Rp50 miliar. Selama ini, paket tersebut dikerjakan oleh kontraktor berkualifikasi besar.
Hal tersebut diutarakan Sekretaris Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia Andi Rukman Karumpa dalam pernyataan pers yang diterima suara.com, Selasa (14/4/2015). Andi mengatakan komitmen pemerintah tersebut disampaikan usai bertemu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Muljono baru-baru ini.
“Kementerian PU berkomitmen meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaksana konstruksi kita. Sebab ini tantangan bagaimana daya saing pelaksana konstruksi menghadapi pasar bebas Asean akhir tahun ini,” kata Andi.
Sesuai Peraturan LPJK No 10 Tahun 2013, pelaksana konstruksi kualifikasi besar dapat menggarap proyek kurang dari Rp250 miliar. Namun, menurut Sekjen Gapensi, untuk pengerjaan proyek di bawah Rp50 miliar tidak lagi diserahkan kepada kontraktor besar. Nantinya, untuk nilai pengerjaan tersebut diserahkan kepada kontraktor menengah.
Menanggapi kebijakan tersebut, Gapensi menyambut baik. Pasalnya, kebijakan tersebut dinilai akan mendorong peningkatan capacity building bagi pelaku Usaha Kecil Menengah konstruksi, utamanya menghadapi perdagangan bebas Asean pada akhir 2015.
“Gapensi menyambut baik. Kami melihat ada niat dan upaya pemerintah untuk mengangkat UKM konstruksi agar kelas pengusaha ini semakin kuat,” kata Andi.
Selain itu, kebijakan ini akan mempercepat realisasi pagu anggaran serta mempercepat pembangunan infrastruktur layanan publik di berbagai daerah. Sebelumnya, Kemenpupera menetapkan pagu anggaran Rp 74 triliun dengan 13 ribu paket pada 2015. Menteri Basuki pun merancang strategi agar penyerapannya optimal. Di samping itu, diungkapnya, Kemen PU-Pera tidak melakukan penambahan di bidang birokrasi. Tender awal sebanyak tiga ribuan paket telah ditenderkan berdasarkan DIPA yang lalu.
Pada kesempatan itu, Gapensi juga mengundang Menteri Basuki untuk membuka Munasus Gapensi 27-29 Mei 2015 yang akan berlangsung di Hotel Novotel, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Munasus ini nantinya akan diikuti oleh 34 Badan Pengurus Daerah seluruh Indonesia.
Sesuai rencana, salah satu agenda Munasus adalah penandatanganan memorandum of understanding antara pemerintah dan Gapensi tentang pengerjaan paket sebesar Rp 50 miliar oleh pengusaha konstruksi klasifikasi menengah.
Hal tersebut diutarakan Sekretaris Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia Andi Rukman Karumpa dalam pernyataan pers yang diterima suara.com, Selasa (14/4/2015). Andi mengatakan komitmen pemerintah tersebut disampaikan usai bertemu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Muljono baru-baru ini.
“Kementerian PU berkomitmen meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaksana konstruksi kita. Sebab ini tantangan bagaimana daya saing pelaksana konstruksi menghadapi pasar bebas Asean akhir tahun ini,” kata Andi.
Sesuai Peraturan LPJK No 10 Tahun 2013, pelaksana konstruksi kualifikasi besar dapat menggarap proyek kurang dari Rp250 miliar. Namun, menurut Sekjen Gapensi, untuk pengerjaan proyek di bawah Rp50 miliar tidak lagi diserahkan kepada kontraktor besar. Nantinya, untuk nilai pengerjaan tersebut diserahkan kepada kontraktor menengah.
Menanggapi kebijakan tersebut, Gapensi menyambut baik. Pasalnya, kebijakan tersebut dinilai akan mendorong peningkatan capacity building bagi pelaku Usaha Kecil Menengah konstruksi, utamanya menghadapi perdagangan bebas Asean pada akhir 2015.
“Gapensi menyambut baik. Kami melihat ada niat dan upaya pemerintah untuk mengangkat UKM konstruksi agar kelas pengusaha ini semakin kuat,” kata Andi.
Selain itu, kebijakan ini akan mempercepat realisasi pagu anggaran serta mempercepat pembangunan infrastruktur layanan publik di berbagai daerah. Sebelumnya, Kemenpupera menetapkan pagu anggaran Rp 74 triliun dengan 13 ribu paket pada 2015. Menteri Basuki pun merancang strategi agar penyerapannya optimal. Di samping itu, diungkapnya, Kemen PU-Pera tidak melakukan penambahan di bidang birokrasi. Tender awal sebanyak tiga ribuan paket telah ditenderkan berdasarkan DIPA yang lalu.
Pada kesempatan itu, Gapensi juga mengundang Menteri Basuki untuk membuka Munasus Gapensi 27-29 Mei 2015 yang akan berlangsung di Hotel Novotel, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Munasus ini nantinya akan diikuti oleh 34 Badan Pengurus Daerah seluruh Indonesia.
Sesuai rencana, salah satu agenda Munasus adalah penandatanganan memorandum of understanding antara pemerintah dan Gapensi tentang pengerjaan paket sebesar Rp 50 miliar oleh pengusaha konstruksi klasifikasi menengah.
Tag
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Kartini di Industri Berat: Reni Wulandari, Srikandi Pertama yang Pimpin Operasi SIG
-
Prudential Syariah Klaim Lindungi 300 Ribu Keluarga di RI
-
BRICS Borong Emas, Sinyal Bahaya bagi Dominasi Dolar AS
-
Dana Kelola Reksa Dana Makin Tumbuh, OJK Bidik Gen Z Investasi dari Rp10 Ribu
-
Perang Terus Berlangsung, Wall Street Kembali Merosot
-
Saham BULL Masuk Rekomendasi saat IHSG Terancam Koreksi Hari Ini
-
MSCI Masih 'Gembok' Saham Indonesia di Indeks Global, Ancaman Downgrade Masih Menghantui?
-
Xi Jinping: Selat Hormuz Harus Dibuka!
-
Melalui FLDP 2026, TelkomGroup Perkuat Pengembangan Kepemimpinan Strategis
-
Pembangunan Kopdes Merah Putih Jauh dari Target, Menteri Zulkifli Keluhkan Ketersediaan Lahan