Aktivitas pelaku pasar modal di gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta, Jumat (16/1). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Saham-saham di Bursa Efek Indonesia ditutup sebagian besar melemah lagi pada perdagangan, Rabu (15/4/2015), namun sejumlah sentimen positif dalam negeri mampu mengurangi tekanan.
Indeks harga saham gabungan BEI ditutup melemah tipis sebesar 4,56 poin atau 0,08 persen menjadi 5.414,54, sedangkan indeks LQ45 bergerak naik 0,38 poin atau 0,04 persen ke level 940,61.
Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya mengatakan bahwa data neraca perdagangan Indonesia yang mencatatkan surplus untuk periode Maret 2015 menjadi salah satu penopang indeks BEI sehingga hanya mengalami tekanan tipis.
"Sebagian pelaku pasar mulai mengakumulasi saham-saham berkapitalisasi besar sehingga tekanan indeks BEI terbatas," kata William.
Badan Pusat Statistik mengumumkan data neraca perdagangan Indonesia periode Maret 2015 surplus sebesar 1,13 miliar dolar AS, yang dipicu oleh surplus nonmigas sebesar 1,41 miliar dolar AS.
Menurut dia, bagi investor dengan orientasi jangka panjang merupakan saat yang tepat untuk mengakumulasi beli karena IHSG BEI dengan rentang waktu jangka panjang masih berada di dalam jalur tren penguatan.
Sementara analis HD Capital Yuganur Wijanarko menambahkan bahwa aksi beli saham secara selektif oleh sebagian pelaku pasar menahan tekanan indeks BEI lebih dalam.
"Dengan mulai adanya aksi beli itu maka akan membangun momentum kekuatan IHSG ke depannya sehingga berpotensi menuju level batas atas di kisaran 5.475-5.524 poin cukup terbuka, pelaku pasar masih direkomendasikan untuk mengambil posisi akumulasi saham," kata Yuganur.
Perdagangan saham di BEI tercatat membukukan frekuensi 215.508 kali dengan volume mencapai 4,15 miliar lembar saham senilai Rp4,18 triliun. Efek yang mengalami kenaikan 132 saham, yang melemah 178 saham, dan yang tidak bergerak nilainya atau stagnan 103 saham.
Dari bursa regional, indeks Hang Seng menguat 57,33 poin (0,21 persen) ke 27.618,82, indeks Nikkei bursa Tokyo turun 38,92 poin (0,20 persen) ke 19.869,76, dan Straits Times menguat 14,06 poin (0,41 persen) ke posisi 3.534,31. (Antara)
Indeks harga saham gabungan BEI ditutup melemah tipis sebesar 4,56 poin atau 0,08 persen menjadi 5.414,54, sedangkan indeks LQ45 bergerak naik 0,38 poin atau 0,04 persen ke level 940,61.
Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya mengatakan bahwa data neraca perdagangan Indonesia yang mencatatkan surplus untuk periode Maret 2015 menjadi salah satu penopang indeks BEI sehingga hanya mengalami tekanan tipis.
"Sebagian pelaku pasar mulai mengakumulasi saham-saham berkapitalisasi besar sehingga tekanan indeks BEI terbatas," kata William.
Badan Pusat Statistik mengumumkan data neraca perdagangan Indonesia periode Maret 2015 surplus sebesar 1,13 miliar dolar AS, yang dipicu oleh surplus nonmigas sebesar 1,41 miliar dolar AS.
Menurut dia, bagi investor dengan orientasi jangka panjang merupakan saat yang tepat untuk mengakumulasi beli karena IHSG BEI dengan rentang waktu jangka panjang masih berada di dalam jalur tren penguatan.
Sementara analis HD Capital Yuganur Wijanarko menambahkan bahwa aksi beli saham secara selektif oleh sebagian pelaku pasar menahan tekanan indeks BEI lebih dalam.
"Dengan mulai adanya aksi beli itu maka akan membangun momentum kekuatan IHSG ke depannya sehingga berpotensi menuju level batas atas di kisaran 5.475-5.524 poin cukup terbuka, pelaku pasar masih direkomendasikan untuk mengambil posisi akumulasi saham," kata Yuganur.
Perdagangan saham di BEI tercatat membukukan frekuensi 215.508 kali dengan volume mencapai 4,15 miliar lembar saham senilai Rp4,18 triliun. Efek yang mengalami kenaikan 132 saham, yang melemah 178 saham, dan yang tidak bergerak nilainya atau stagnan 103 saham.
Dari bursa regional, indeks Hang Seng menguat 57,33 poin (0,21 persen) ke 27.618,82, indeks Nikkei bursa Tokyo turun 38,92 poin (0,20 persen) ke 19.869,76, dan Straits Times menguat 14,06 poin (0,41 persen) ke posisi 3.534,31. (Antara)
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Tekanan Jual Investor Bikin IHSG Ambruk Lagi, 429 Saham Kebakaran
-
Luhut Pede Makin Banyak Dana Asing Masuk IHSG Usai Reformasi Pasca 'Geger MSCI'
-
Portofolio Berdarah-darah Saat IHSG Anjlok, Bertahan atau Menyerah?
-
IHSG Lanjutkan Tren Negatif di Sesi Pertama, 387 Saham Anjlok
-
Saham BUMI Meroket, Aksi Borong Picu Kenaikan Harga Hari Ini
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Danantara Mau Beli Tanah Dekat Masjidil Haram, Jaraknya Hanya 600 Meter
-
Mari Elka Pangestu: Rasio Utang Indonesia Masih Terkendali
-
Bea Cukai Segel Toko Perhiasan Mewah Tiffany & Co, APEPI: Negara Hadir Lindungi Industri Lokal
-
Purbaya Pede Ekonomi Ekspansif hingga 2033: Indonesia Emas, Bukan Indonesia Suram
-
Purbaya Yakin Defisit APBN Bisa Turun Meski Pajak Tak Naik
-
Kepala BGN: Program MBG Diakui Jadi Program yang Bermanfaat
-
Survei: 77% Orang Indonesia Perkirakan Tetap Bekerja Saat Pensiun
-
Rosan Roeslani Lobi-lobi Moody's dan S&P Beri Rating ke Danantara
-
Luhut Sebut Prabowo Tak Bisa Diintervensi Terkait Evaluasi Izin Tambang Martabe
-
Flyjaya Resmi Layani Rute Morowali, Cek Link Tiketnya di Sini