Suara.com - Direktur utama PT Pertamina Dwi Soejipto memastikan rencana Pertamina meluncurkan Bahan Bakar Minyak varian baru, Pertalite, batal diluncurkan bulan depan, Mei 2015.
Dwi menjelaskan, saat ini Pertalite masih harus menjalani beragam proses, diantaranya uji kelayakan dan uji lapangan.
Perizinan, lanjutnya, menjadi tahap penting yang harus dilalui Pertamina sebelum meluncurkan varian anyar BBM tersebut.
"Tentu saja yang terakhir kita butuh waktu sosialisasi termasuk kepada stakeholders dan yang lain pada parlemen, pemerintah,untuk melihat dampaknya terhadap perekonomian nasional. Kalau sudah semuanya, baru kami sampaikan ke masyarakat," kata Dwi saat ditemui dikantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (13/5/2015).
Dwi menyebutkan uji kelayakan menjadi langkah penting karena BBM varian baru ini bakal berdampak luas pada masyarakat.
"Lalu kalau semua sudah dilakukan, baru kita sampaikan kepada masyarakat. Karena ini menyangkut kebutuhan nasional. Jadi Pertamina masih butuh waktu," pungkasnya.
Sebelumnya, PT Pertamina berencana akan meluncurkan pertalite pada awal bulan Mei 2015.
"Belum akan Mei. Nanti akan kita infokan, seluruhnya harus clear sebelum ini betul-betul dimulai. Agar tidak ada hal negatif saat diluncurkan," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
Terkini
-
Fasilitasi Impor dan Pengadaan Barang China, Natindo Cargo Bantu UMKM
-
Sidang Korupsi INALUM Bongkar Risiko Penjualan Alloy: Piutang Rp140 Miliar Diduga Akibat Penipuan
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Selaras dengan Danantara, BTN Perkuat Transformasi Bisnis dan Bukukan Kinerja di Atas Rata-Rata
-
BACH dan EMMI Resmi Jadi Emiten BEI, Dana IPO Difokuskan untuk Ekspansi Bisnis
-
Rupiah Melemah, Dolar AS Mulai Dekati Level Rp18.000
-
Ketegangan AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Kekhawatiran Gangguan Pasokan
-
Gagal Bayar Meningkat, Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp103,73 Triliun
-
Titipan Politik di Kursi Komisaris dan Direksi Makin Kuat di BUMN, Ini Datanya
-
Modal Asing yang Kabur dari Pasar Modal Tembus Rp19,63 Triliun, Apa Penyebabnya?