- PT Bach Multi Global Tbk melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia untuk menghimpun dana guna ekspansi bisnis infrastruktur energi dan telekomunikasi.
- PT Esa Medika Mandiri Tbk resmi mencatatkan saham perdana untuk memperkuat struktur permodalan serta mengembangkan fasilitas produksi alat kesehatan nasional.
- Kedua emiten tersebut secara resmi melantai di Bursa Efek Indonesia untuk mendukung pertumbuhan sektor industri strategis di tanah air.
Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi kedatangan dua emiten baru. Salah satunya adalah PT Bach Multi Global Tbk (BACH) yang telah menggelar penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Melalui aksi korporasi ini, PT Bach Multi Global Tbk (BACH) menargetkan penghimpunan dana maksimal Rp307,5 miliar untuk mempercepat ekspansi bisnis di sektor energi dan infrastruktur telekomunikasi yang tengah berkembang pesat di Indonesia.
Perseroan menawarkan sebanyak 615 juta saham baru atau setara 15,06 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Harga penawaran saham ditetapkan pada kisaran Rp400 hingga Rp500 per saham, sehingga dana yang berpotensi diperoleh mencapai Rp307,5 miliar.
IPO BACH diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi perusahaan dalam mendukung kebutuhan konektivitas digital dan keandalan pasokan listrik nasional.
Direktur Utama PT Bach Multi Global Tbk, Budi Kurniawan, mengatakan IPO menjadi fondasi penting bagi perusahaan dalam mempercepat pertumbuhan bisnis.
"Langkah strategis ini menjadi fondasi bagi BACH untuk mempercepat ekspansi bisnis di sektor penyediaan energi dan pembangunan infrastruktur telekomunikasi yang terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas digital dan keandalan pasokan listrik di Indonesia," ujar Budi Kurniawan di Gedung BEI, Rabu (8/7/2026).
Kinerja keuangan Perseroan sepanjang tahun buku 2025 menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.
Pendapatan meningkat menjadi sekitar Rp1,73 triliun, atau tumbuh hampir 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, laba bersih melonjak 97,5 persen menjadi sekitar Rp155 miliar.
Baca Juga: BEI Evaluasi Papan Pemantauan Khusus, 3 Kriteria Saham Akan Dihapus
Dengan IPO PT Bach Multi Global Tbk (BACH), Perseroan optimistis dapat memperluas kapasitas usaha sekaligus memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi energi dan infrastruktur telekomunikasi terintegrasi di Indonesia.
Langkah ini juga diharapkan mampu mendukung pertumbuhan sektor digital dan energi nasional yang terus berkembang.
Selain itu, PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) resmi terealisasi setelah perusahaan penyedia solusi alat kesehatan terintegrasi tersebut mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI)dengan kode saham EMMI.
Langkah ini menjadi tonggak penting bagi Perseroan dalam memperkuat ekspansi bisnis sekaligus mendorong kemandirian industri alat kesehatan nasional.
Dalam IPO EMMI, Perseroan menerbitkan sebanyak 522,86 juta saham baru atau sekitar 30 persendari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum perdana.
Dana hasil IPO akan dimanfaatkan untuk memperkuat struktur permodalan, memperluas fasilitas produksi, serta memenuhi kebutuhan modal kerja perusahaan.
Berita Terkait
-
Emiten DSFI Akui Pelemahan Rupiah Bikin Harga Barang Jadi Naik
-
Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float
-
MSCI Pertahankan Indonesia di EM, Mengapa IHSG Masih Ambruk?
-
Purbaya Klaim Kemenkeu Belum Berencana Punya Saham BEI Meski Diizinkan UU P2SK
-
DSI Berpotensi Gerus Laba Emiten, Bisnis AALI hingga ITMG Bisa Lesu
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Rupiah Melemah, Dolar AS Mulai Dekati Level Rp18.000
-
Ketegangan AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Kekhawatiran Gangguan Pasokan
-
Gagal Bayar Meningkat, Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp103,73 Triliun
-
Titipan Politik di Kursi Komisaris dan Direksi Makin Kuat di BUMN, Ini Datanya
-
Modal Asing yang Kabur dari Pasar Modal Tembus Rp19,63 Triliun, Apa Penyebabnya?
-
Panen Raya Jadi Bukti! Teknologi Benih Dongkrak Produktivitas Jagung
-
OJK Tutup 36.191 Rekening Judi Online, Perbankan Diminta Perketat Pengawasan
-
Kementerian PU Jelaskan Kunker Menteri Dody dan Keluarga ke New York Jelang Final Piala Dunia
-
Sebanyak 81 BPR Akan Digabung Menjadi 24 hingga Juni 2026
-
Danantara Lebur 4 BUMN Manajer Investasi