Suara.com - Harga minyak dunia melonjak lebih dari 10 persen pada Jumat (28/8/2015) pagi di pasaran Amerika Serikat dan Eropa. Kenaikkan ini dipicu karena pertumbuhan kepercayaan daya AS tentang pengguna bahan bakar minyak.
Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober melompat 3,96 dolar AS menjadi berakhir pada 42,56 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Patokan Eropa, minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober naik 4,42 dolar AS menjadi menetap di 47,56 dolar AS per barrel di perdagangan London. Kedua kontrak WTI and Brent ditutup naik 10,3 persen sejak Rabu.
Harga minyak AS telah berada pada atau dekat tingkat terendah selama 6,5 tahun sepanjang pekan. WTI ditutup di bawah 40 dolar AS pada Senin lalu untuk pertama kalinya sejak 2009 dan tinggal di posisi tersebut hingga Rabu.
Reli terjadi setelah Departemen Perdagangan melaporkan ekonomi AS tumbuh pada tingkat tahunan 3,7 persen pada kuartal kedua. Data ini jauh di atas estimasi awal naik 2,3 persen.
Pertumbuhan periode April-Juni terutama didorong investasi, belanja pemerintah pusat dan daerah, serta belanja konsumen yang lebih tinggi daripada yang dilaporkan dalam estimasi awal.
"Data benar-benar membangunkan orang tentang fakta bahwa negara itu (AS) sedang meningkat dan permintaan akan menjadi lebih baik," kata Carl Larry dari Frost and Sullivan.
"Kami sedang melihat banyak permintaan di sana, pertumbuhan ekonomi telah menguat. Kami sedang melihat banyak angka yang menunjukkan tanda-tanda reaksi positif," kata dia.
Angka ekonomi AS yang kuat juga menambah momentum terhadap reli pasar saham global mengangkat bursa-bursa yang telah mengalami kerugian triliunan dolar dalam sebuah gejolak selama pekan lalu.
Para analis mengatakan kontrak minyak juga diuntungkan dari faktor-faktor teknikal setelah perdagangan baru-baru ini membuat komoditas dalam keadaan "oversold". Ini setelah ama bertahan di bawah tingkat psikologis penting 40 dolar AS per barel.
"Para pembeli yang telah mundur dari mencoba menangkap penurunan dinamis sebelumnya, sekarang melangkah kembali masuk," kata Tim Evans, analis pada Citi Futures. (ANTARA/AFP)
Tag
Berita Terkait
-
Belum Revisi APBN, Pemerintah Tunggu Tren Penurunan Harga Minyak
-
Pengamat: Harga Minyak USD 60 Perbarrel di RAPBN 2015 Ketinggian
-
Perjalanan Harga Minyak Dunia dari Harga USD 1 Perbarrel
-
Murahnya Minyak Dunia Pengaruhi Semangat Energi Terbarukan
-
Pasokan AS Meningkat, Harga Minyak Dunia Turun ke Titik Terendah
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Iran Berencana Terapkan 'Pajak Keamanan' di Selat Hormuz, Satu Kapal Rp33 Miliar
-
DJP Catat 9,1 Juta SPT Masuk, Aktivasi Coretax Tembus 16,9 Juta
-
Menkeu Purbaya Lantik Robert Leonard Marbun Sebagai Sekjen Kemenkeu
-
Menteri Airlangga Menghadap Presiden Prabowo Bahas Harga BBM dan WFH
-
IHSG Melemah di Sesi I ke Level 7.101, Tekanan Jual Masih Dominan
-
Purbaya Lantik Robert Marbun Jadi Sekjen Kemenkeu, Gantikan Heru Pambudi
-
KPPU Sebut Kesepakatan Bunga Pinjol 0,8 Persen Rugikan Konsumen, Ternyata Bukan Arahan OJK
-
Mudik 2026, SIG Berangkatkan Ribuan Orang dan Salurkan Bantuan
-
Harga Emas Pegadaian Jumat Ini Stagnan, Cek Perbandingan Galeri 24 dan UBS
-
KPPU Hukum 97 Pinjol, Denda Fantastis Rp755 Miliar Menanti