Suara.com - Perum Bulog diminta melakukan operasi pasar daging hanya di tiga provinsi yang selama ini menjadi konsumen daging terbesar yakni DKI Jakarta , Banten dan Jawa Barat.
Staf Ahli Menteri Pertanian Syukur Iwantoro di Jakarta, Selasa (8/9/2015) menyatakan, gejolak harga daging sapi hanya terjadi di tiga provinsi tersebut sehingga lebih membutuhkan sapi impor dibandingkan daerah lainnya.
"Sebagian besar yang masih bergejolak hanya Jakarta (termasuk Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) Bandung, Jabar, Banten. Selain tiga provinsi ini sapi bisa dipenuhi sepenuhnya dari lokal," kata Syukur pada diskusi "Stabilisasi Pasokan dan Harga Daging Sapi" di Gedung Bulog.
Selain Perum Bulog diskusi tersebut juga melibatkan kalangan pemerintah seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, asosiasi seperti Asosiasi Pengusaha Feedlot Indonesia (Apfindo), Aspidi, ASDI, Asosiasi Pedagang Daging Sapi Indonesia, Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI). .
Mantan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian itu optimis harga daging sapi yang saat ini masih berada di atas kisaran Rp120.000/kg dapat segera distabilkan oleh Perum Bulog.
Menurut dia, karena gejolak hanya terjadi di Jabodetabek, Banten, dan Bandung maka Bulog cukup melakukan operasi pasar di wilayah tersebut.
"Kalau Bulog menangani seluruh nusantara berat, tapi kalau cuma tiga provinsi ini pasti Bulog bisa," ucapnya.
Sementara itu terkait konsumsi daging sapi, Syukur menyatakan, berdasarkan data Sensus Ekonomi Nasional (Susenas) hanya sekitar 4,58 persen dari jumlah penduduk Indonesia atau tak lebih dari 12 juta orang mengonsumsi daging sapi.
"Konsumen daging sapi di Indonesia pada kurun waktu 2008-2013 hanya berkisar antara 4,5-7,2 persen," katanya.
Pada 2008, tambahnya, sebanyak 6,5 persen penduduk yang mengonsumsi daging sapi, kemudian 2009 sebanyak 6,14 persen, 2010 sebanyak 6,61 persen, 2011 sebanyak 7,23 persen, 2012 sebanyak 5,82 persen, dan 2013 sebanyak 4,58 persen.
Sementara itu, lanjutnya, sekitar 79 persen dari seluruh populasi Indonesia sehari-hari mengonsumsi daging ayam.
Pada kesempatan itu, Dirut Perum Bulog Djarot Kusumayakti menyatakan pihaknya akan segera melakukan operasi pasar (OP) untuk menurunkan harga daging sapi hingga kisaran sekitar Rp 100.000/kg.
OP Bulog hanya akan dilakukan di tiga provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten sebagai sentra konsumsi daging atau bukan daerah penghasil daging karena, gejolak harga daging sapi hanya terjadi di wilayah tersebuti, sementara harga daging sapi di 30 provinsi lain relatif stabil.
"Operasi pasar ini tentunya mengarah pada wilayah yang ada gejolaknya. Kalau gejolaknya di Jakarta dan sekitarnya sampai Jawa Barat dan Banten, tentu kita konsentrasinya ke sana," katanya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
- 4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
Pilihan
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
Terkini
-
Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong
-
Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI
-
Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus
-
Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco
-
Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris
-
Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?
-
Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?
-
Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris
-
Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam
-
Harga Beras Naik saat Cadangan Pemerintah Cetak Rekor Terbesar, Kok Bisa?