Suara.com - Pemerintah berencana mempercepat revitalisasi pasar rakyat agar memiliki peranan penting dalam menggerakkan perekonomian nasional.
"Revitalisasi pasar rakyat punya banyak manfaat, seperti menggeliatkan perekonomian rakyat, memudahkan akses masyarakat ke sumber ekonomi, serta memperkuat basis ekonomi masyarakat daerah," kata Menteri Perdagangan Thomas Lembong, dalam siaran pers yang diterima, Kamis (25/9/2015).
Thomas mengatakan hal tersebut saat melakukan kunjungan ke Pasar Cipanas, Lebak, Banten. Selain itu, dia menambahkan bahwa revitalisasi pasar rakyat akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Thomas yang kerap disapa Tom, mengatakan pasar rakyat juga menjadi sarana perdagangan dan titik distribusi barang yang strategis dalam mengawal harga dan mengendalikan tekanan inflasi. Pada saat bersamaan, kehadiran pasar rakyat mampu mendorong revitalisasi sosial.
"Pasar rakyat menjadi sarana interaksi masyarakat karena di situ terjadi transaksi langsung. Bahkan, di beberapa daerah, pasar menjadi ruang publik yang efektif," ujar Tom.
Revitalisasi tersebut bukan hanya membangun fisik pasar saja, akan tetapi juga mencakup peningkatan manajemen. Untuk itu, tahun ini pemerintah menganggarkan dana sekitar Rp 1,2 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun kembali pasar-pasar rakyat, utamanya di wilayah-wilayah tertinggal.
Tom juga berencana untuk mengarahkan terbangunnya pasar komoditas, yang program pengembangan pasar rakyat akan mempertimbangkan faktor potensi daerah.
Sebagai contoh, untuk daerah penghasil buah-buahan akan diarahkan fokus membangun pasar komoditas buah, dan dengan cara tersebut, diharapkan setiap daerah memiliki keunggulan dan daya saing tersendiri.
Selain itu, lanjut Tom, juga membangun sistem yang mampu menyatukan dan menghubungkan tren harga dan sisi pasokan maupun kebutuhan antar pasar.
"Dengan demikian gejolak harga barang dan ketidakseimbangan stok barang bisa ditekan," ujar Tom. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran
-
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah
-
Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!
-
Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru