Suara.com - Kepastian pemerintah akan melakukan impor beras semakin mendekati kenyataan, hal ini ditegaskan oleh pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla di acara Peringatan Hari Pangan Sedunia ke 35 di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (17/10/2015) lalu.
Kondisi ini, menurut anggota DPR RI Komisi IV, Rofi Munawar, semakin menegaskan pemerintah abai terhadap harapan petani untuk tidak melakukan importasi untuk secara serius menyerap hasil produksi mereka.
“Sepanjang satu tahun ini kita menyaksikan dibidang pangan janji pemerintah datang silih berganti, namun realisasinya jauh dari harapan dan kenyataan. Bersama dengan itu, ironisnya di hari pangan sedunia pemerintah menegaskan akan melakukan impor beras sebanyak satu juta ton dari Vietnam,” kata Rofi Munawar dalam keterangan pers yang diterima Suara.com, Minggu (18/10/2015).
Kebijakan impor, katanya, mengonfirmasi sebuah pemberitaan dari media Vietnam, The Saigon Times, dua pekan lalu yang mengabarkan pemerintah Vietnam memenangkan kontrak untuk memasok satu juta ton beras ke Indonesia. Beras tersebut akan dikirim selama enam bulan, yaitu mulai Oktober ini hingga Maret tahun depan. Pada laman itu Direktur Thinh Phat Co Ltd Lam Anh Tuan menyebutkan, beras untuk Indonesia terdiri dari 750 ribu ton dengan kualitas patahan 15 persen dan 250 ribu ton beras dengan patahan lima persen atau beras premium.
Rofi menyesalkan langkah pemerintah melakukan impor beras, dilakukan dengan proses yang tidak transparan dan terencana menjelang masa panen.
Padahal, katanya, seharusnya pemerintah berkonsultasi dengan DPR dan berkoordinasi dengan petani sebelum melakukan kebijakan strategis seperti impor beras, namun apa yang terjadi justru seperti ditutup-tutupi dan tidak berdasarkan data yang akurat.
Legislator asal Jawa Timur ini menegaskan pemerintah seakan menafikan data dari Badan Pusat Statistik yang memprediksi angka produksi padi pada 2015 akan meningkat 6,64 persen atau sebanyak 75,55 juta ton dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika merujuk berdasarkan data BPS, kata dia, ini merupakan angka tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Selain itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat melakukan panen raya padi jenis Ciherang di Desa Siraman, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Selasa (29/9/2015) sesumbar bahwa dipastikan produksi gabah melimpah dan stok beras nasional sampai akhir tahun 2015 aman.
“Kenaikan produksi padi yang telah diprediksi tersebut ternyata tidak mampu diserap secara maksimal oleh Bulog sebagai stok potensial cadangan beras nasional. Saat ini justru kondisinya berkebalikan dari apa yang telah ditetapkan pemerintah, alih-alih meningkatkan cadangan beras nasional dari petani lokal yang ada justru melakukan impor beras secara besar-besaran,” kata Rofi.
Importasi beras dari Vietnam ini menunjukkan bahwa strategi manajemen stok nasional pemerintah lemah dan insentif produksi yang tidak tepat sasaran. Padahal selama ini pemerintah sangat optimis dengan kegiatan seperti upaya khusus dalam peningkatan pertanian khususnya beras dan tanaman pangan, serta ketepatan waktu dalam penyediaan bibit.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Tiga Perusahaan RI Tersandung Sengketa Bisnis sama Malaysia, Kapal-kapal Ditahan
-
Transaksi Kripto Naik di Mei 2026
-
Investor Serok Borong BBCA, Jual BMRI dan TPIA di Tengah Penguatan IHSG
-
Purbaya: Defisit APBN 2026 Diproyeksikan Membengkak
-
PNM Raih Penghargaan atas Komitmen Perkuat Ekonomi Syariah Masyarakat Akar Rumput
-
Pulihkan Harapan Masyarakat, Brantas Abipraya Dukung Rehabilitasi Pascabencana di Sumatera
-
Bulog Tegaskan Kualitas Beras Tetap Terjaga hingga Penjuru Timur Indonesia
-
Purbaya Kasih Bukti Ekonomi RI Tetap Kuat di Pertengahan Tahun 2026
-
Kementerian ESDM Terus Tunda Pengesahan RKAB Batubara, Pemadaman Listrik Masih Mengintai
-
Purbaya Janji Tak Ada Kenaikan Pajak, Pegawai DJP Diminta Kerja Lebih Keras