- Chief Investment Officer Bank DBS memprediksi defisit dan utang AS akan melebar, memicu kekhawatiran inflasi.
- Kelemahan independensi Federal Reserve dapat meningkatkan premi risiko bagi investor yang mencari aset riil.
- Deglobalisasi dan investasi AI serta pertahanan menjadi tren struktural penting yang membentuk kembali pasar global.
Suara.com - Ekonomi Amerika Serikat (AS) sedang memasuki era baru di mana dominasi fiskal semakin menonjol. Dalam hal ini, Chief Investment Officer Bank DBS, Hou Wey Fook, mengatakan defisit bakal melebar dan utang akan meningkat.
Hal ini bakal telah menimbulkan kekhawatiran bahwa pembiayaan pemerintah akan mengaburkan kebijakan moneter.
"Setiap pelemahan kemandirian Federal Reserve, baik yang nyata maupun yang dirasakan, dapat memicu kembali kekhawatiran inflasi dan memaksa pasar untuk menuntut premi risiko yang lebih tinggi," katanya dalam rilis yang diterima di Jakarta, Jumat (16/1/2026).
Jika pelonggaran fiskal dan moneter terus berlanjut tanpa kendali, tekanan harga akan semakin meningkat.
Hal ini karena ketidakhadiran kerangka fiskal yang komprehensif untuk mengendalikan utang publik, bukan tarif atau kendala pasokan, merupakan pendorong utama inflasi.
"Bagi investor, ini bukan sekadar risiko teoretis, melainkan tantangan praktis. Melindungi nilai portofolio berarti berinvestasi pada aset riil," ungkap dia.
Menurut Hou Wey Fook, infrastruktur, properti, komoditas, dan logam mulia secara historis berkinerja lebih baik selama siklus inflasi, sehingga menjadi elemen yang tak tergantikan dalam strategi saat ini.
Namun, inflasi bukanlah satu-satunya pergeseran struktural yang membentuk kembali pasar.
Deglobalisasi yang dipercepat oleh kebijakan proteksionis seperti “America First” telah menimbulkan dua dampak negatif yaitu aliran perdagangan yang melemah dan biaya produksi yang lebih tinggi.
Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia (ULN) Tembus Rp7.140 Triliun
"Meskipun menghadapi tantangan ini, momentum makro tetap kuat berkat siklus investasi modal yang kuat," ujarnya.
Untuk itu, kecerdasan buatan (Artificial intelligence/AI) dan pengeluaran pertahanan memimpin tren ini.
Hyperscalers saja diperkirakan akan mengucurkan dana sebesar 1,4 triliun dolar AS ke infrastruktur AI antara tahun 2025 dan 2027, sementara anggaran pertahanan NATO diperkirakan akan naik dari 2 persen menjadi 5 persen dari PDB pada tahun 2035.
"Komitmen ini mewakili angin segar struktural yang berpotensi mendefinisikan ulang lanskap industri dan teknologi," tandasnya.
Berita Terkait
-
Garap Proyek Emas, Merdeka Gold Resources (EMAS) Kantongi Utang US$350 Juta
-
Utang KUR Petani Terdampak Bencana Dihapus, Prabowo Janji Rehabilitasi Lahan
-
Sabet Gelar Market Leader, Saham AVIA Berpotensi Menguat Akhir Pekan?
-
Bos Danantara Terus Rayu Menkeu Purbaya Bantu Bayar Utang Kereta Cepat
-
Menko Airlangga Sebut Ekonomi Indonesia Mulai Masuk Fase Normalisasi
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan
-
Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri
-
JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah