Suara.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Wilayah Makassar dan PT Semen Tonasa (Persero) Tbk menjalin kerja sama dalam pembiayaan para distributor dan vendor.
"Program kerja samanya ini dalam bentuk perjanjian Supply Chain Financing dengan nilai kontrak sebesar Rp500 Miliar," ujar Pemimpin Wilayah BNI Makassar Slamet Djumantoro di Makassar, Senin (2/11/2015).
Dia mengatakan, perjanjian kerja sama itu berupa kredit modal kerja dan bank garansi yang bertujuan menjaga kestabilan arus kas (cash flow) dari BUMN dalam bentuk produk semen tersebut.
Slamet mengungkapkan, pembiyaan bagi distributor sangat mendukung kelancaran pendistribusian semen dan kelancaran pembayaran kewajiban distributor kepada PT Semen Tonasa.
"Ini sangat penting untuk mendukung keberlangsungan usaha para distributor dan juga bagi perusahaan seperti PT Semen Tonasa. Ini seperti garansi bagi para distributor," katanya.
Dalam penandatanganan kerja sama (MoU) itu, PT BNI Wilayah Makassar menyiapkan sebesar Rp500 miliar dalam bentuk perjanjian rantai pembiayaan ( supply chain financing).
BNI supply chain financing solutions adalah fasilitas berupa pembiayaan kepada distributor baik berupa jaminan pembelian semen kepada PT Semen Tonasa ataupun modal kerja untuk pembelian semen.
Lebih jauh dia menjelaskan, model kerjasama ini lebih dikenal dengan "lending model supply chain financing" yang merupakan pembiayaan kepada mitra perusahaan besar yang memiliki hubungan dengan BNI sebagai debitur maupun nasabah BNI.
"Kalau di Sulsel ini kita baru melakukannya, tapi kalau tingkat pusat di holdingnya itu sudah. Kita juga sudah kerja sama dengan PT Semen Gresik," sebutnya.
Dia percaya sinergi PT Semen Tonasa, BNI dan para mitra distributor PT Semen Tonasa akan berdampak positif bagi semua pihak, terutama bagi para mitra distributor.
"Saya yakin kerja sama ini mampu membuka kesempatan bagi mitra distributor untuk berkembang lebih besar, menciptakan kekuatan ekonomi yang pada akhirnya mendukung upaya pemerintah dalam mendinamisasi pemberdayaan UMKM dalam rangka meningkatkan produktivitas, daya saing dan kemandirian," sebutnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Infrastruktur Digital Terancam Tersendat, MASTEL Ingatkan Sinkronisasi Kebijakan PusatDaerah
-
Panduan Cara Ganti Kartu Debit ATM BRI, BNI, dan Mandiri Kedaluwarsa
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam
-
Akses Tol Langsung KM 25 JakartaMerak Masuki Uji Laik Fungsi
-
BNI Pertegas Dukungan Sekolah Rakyat untuk Perluas Pemerataan Pendidikan Nasional
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- Bukan Sekadar Wacana, Bupati Bogor Siapkan Anggaran Pembebasan Jalur Khusus Tambang Tahun Ini
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
Terkini
-
Perempuan Lentera Kehidupan Hadir dalam 12 Potret Terbaik dari Jurnalis Nasional di MRT Bundaran HI
-
Indonesia Siapkan Ekosistem Semikonduktor, Libatkan Inggris dengan Anggaran 125 Juta USD
-
Perluas Akses Air Bersih Pascabencana, Kementerian PU Bangun 57 Titik Sumur Bor di Aceh
-
Pelni Logistics Bidik Kinerja Bongkar Muat Peti Kemas Capai 56.482 TEUs di 2026
-
Total Investasi ke RI Melesat di 2025 Capai Rp 1.931,2 Triliun
-
Airlangga Ungkap Pemerintah Siapkan Dana 6 Miliar USD demi Bentuk BUMN Tekstil Baru
-
Langkah Trump Berdampak ke Harga Perak, Potensi Geger Geopolitik Masih Ada
-
Sempat Tembus 9.100, IHSG Berakhir di Level 9.075
-
Air Bersih Kembali Mengalir di Aceh Tamiang, Sumur Bor Kementerian PU Mulai Dimanfaatkan Warga
-
Pelebaran Defisit Anggaran Tekan Rupiah Loyo di Level Rp 16.896