Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, saat ini pemerintah tegah menggodok kebijakan satu peta atau one map policy. Hal tersebut dilakukan agar pemerintah memiliki referensi terkait tata ruang di Wilayah Indonesia.
"Diperkirakan akhir tahun ini kebijakannya selesai. Sekarang masih disusun perpresnya. Jadi yang selesai itu skalanya 1:50 ribu. Ini biar enggak ada proyek yang saling tumpang tindih antar kementerian terutama soal pertanahan," kata Darmin saat membuka Rakornas Badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (5/11/2015).
Jadi, lanjut Darmin, dengan adanya peta tersebut, Pemerintah dan Kementerian dapat melihat daerah-daeraj yang sering terjadi konflik dan tumpang tindih.
"Jadi itu bisa kelihatan semuanya, mana yang sering jadi konflik. Karena memang pasti ada konflik, jadi pemerintah ada referensinya, mana yang harus dimenangkan. Pasti dalam pelaksanaannya ada argumentasi yang saling tarik menarik," tegasnya.
Selain itu, ia juga mengimbau kepada istansi-instansi seperti RT/RW di provinsi-provinsi di Indonesia untuk memperbaiki data.
"Jadi saya imbau untuk RT dan RW segera memperbaharui data. Terutama di 7 provinsi Sumatera utara, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan," ungkapnya.
Berita Terkait
-
Pemerintah Klaim Perjanjian Dagang RI-AS Perkuat Ekspor Produk Lokal
-
Paket Stimulus Ekonomi Lanjut di 2026, Dari Magang Nasional hingga Insentif PPh
-
Negosiasi Tarif Dagang dengan AS Terancam Gagal, Apa yang Terjadi?
-
Insentif Otomotif 2026 Belum Jelas, Pemerintah Klaim Industri Sudah Kuat
-
Airlangga Ungkap 8 Paket Ekonomi, Diskon Pajak hingga Bantuan Pangan Diperluas
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Pemerintah Batasi Operasional Kendaraan Truk Tronton Selama Arus Mudik Lebaran
-
Jelang Lebaran, Bea Cukai Antisipasi Lonjakan Arus Barang di Tanjung Priok
-
Tepis Isu Krisis Batubara di PLTU Jelang Lebaran, Bahlil Pastikan Pasokan Listrik Aman!
-
Menhub Resmi Buka Posko Angkutan Lebaran 2026, Operasi Berlaku Hingga 30 Maret
-
BRI Siapkan Layanan Perbankan Selama Libur Lebaran 2026, 186 Kantor Cabang Tetap Beroperasi
-
1 Tahun Danantara Indonesia, PLN Perkuat Fondasi untuk Masa Depan Negeri
-
Energi Ramadan Penuh Harapan, Pertamina Salurkan Santunan bagi 29.000 Anak Yatim
-
Pasokan Energi Ramadan-Idulfitri Aman, Kementerian ESDM Apresiasi Kesiapan Pertamina
-
Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen
-
Sumber Daya Air Dipastikan Aman Jelang Libur Lebaran 2026