Suara.com - Real Estate Indonesia Provinsi Sumatera Selatan menargetkan 2.000 rumah pegawai negeri sipil pada 2015 untuk mendukung program satu juta rumah yang dicanangkan oleh pemerintah.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Real Estate Indonesia (REI) Sumatera Selatan Harriadi Benggawan di Palembang, Senin (9/11/2015) mengatakan target itu cukup realistis karena terdapat potensi cukup besar di kelompok konsumen ini.
"Berdasarkan data Badan Pertimbangan Tabungan Perumahanan terdapat 22 ribu orang PNS yang belum memiliki rumah, sehingga target di tahun ini sebesar 10 persen," kata dia.
Ia optimistis target ini tercapai hingga akhir tahun karena PNS mendapatkan bantuan dana uang muka dari Badan Pertimbangan Tabungan Perumahanan (Bapertarum) mulai dari Rp1,2 juta hingga Rp1,8 juta, dari Kementerian Perumahan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) sebesar Rp4 juta sebagai uang tambahan fasilitas akad kredit.
Sementara ini Sumsel telah merealisasikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) bagi PNS, TNI/Polri, dan kalangan swasta berpenghasilan tetap sebanyak 3.000 unit per Juni 2015, sedangkan kuota yang disedikan pemerintah sebanyak 15 ribu unit.
"Dengan kemudahan ini, harapannya PNS semakin antuasias apalagi diperkirakan harga rumah subsidi ini akan naik pada 2016 yakni dari Rp110 juta menjadi Rp116 juta," kata dia.
Untuk mendorong realisasi rumah subsidi bagi PNS ini, REI meminta pemerintah memerhatikan infrastruktur pendukung, seperti jalan, jaringan listrik dan air, karena sebagian besar pengembang membidik kawasan pinggiran Kota Palembang.
Beberapa tempat yang menjadi bidikan pengusaha properti ini yakni kawasan Borang, Gandus, dan Talang Kelapa, karena harga lahannya masih relatif terjangkau.
"Jika harga lahan didapatkan dengan harga murah maka pengembang dapat menjual rumah dengan harga murah juga sehingga tetap ada selisih (untung, red)," ujar dia.
Pemerintah mencanangkan program satu juta rumah pada 2015 bagi MBR, yakni PNS, TNI, Polri, karyawan swasta berpenghasilan maksimal Rp4 juta.
Untuk memaksimalkan program ini, pemerintah telah menggandeng kalangan pengembang dan perbankan sehingga hanya menerapkan bunga 5 persen selama 20 tahun dan uang muka 1 persen dari harga rumah yang berkisar Rp110 juta.
Sebelumnya, Wali Kota Palembang Harnojoyo telah mengeluarkan kebijakan berupa pembebasan biaya IMB untuk pembangunan rumah MBR, serta penyediaan jaringan air bersih dan listrik. (Antara)
Berita Terkait
-
Apakah Gaji 3 Juta Bisa Beli Rumah KPR? Simak Penjelasan dan Skema Cicilannya
-
Rumah Subsidi Laris! Realisasi Sudah 221 Ribu Unit dari Kuota 350 Ribu Tahun Ini
-
Pemutihan BI Checking Bagi KPR Rumah Subsidi, Kapan Direalisasikan?
-
PNM & Menteri PKP Berikan Pembiayaan Terjangkau untuk Renovasi Rumah Usaha Nasabah Mekaar di Malang
-
BRI Catat Serapan FLPP Tertinggi, Menteri PKP Apresiasi Dukungan untuk Rumah Subsidi
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
Terkini
-
Harga Emas di Pegadaian Stabil, Pembeli Bisa Pesan Secara Online
-
Daftar Kode SWIFT BNI dan Cara Pakai untuk Transfer Internasional
-
Bencana Sumatera Jadi Alarm Keras: Pemerintah Didesak Perketat Standar Tata Kelola Tambang
-
Rentetan Penelitian Ungkap Kerusakan Permanen Akibat Tambang Ilegal
-
Pergerakan Saham BUMI: Dilepas Asing, Diborong Lokal, Proyeksi Masih Kuat?
-
Membangun Fondasi Ekonomi Masa Depan Melalui Pendidikan Dini
-
Proyeksi IHSG 19 Januari: Menimbang BI Rate di Tengah Gejolak Tarif Global
-
Alasan Proof of Reserve (PoR) Penting dalam Bursa Kripto, Ini Penjelasannya
-
Nilai Tukar Won Merosot, Laba Korean Air Ikut Anjlok 20%
-
Target Harga BBRI saat Sahamnya Ramai Diborong Investor Asing