Suara.com - PT Pembangunan Perumahan (PP) Tbk memastikan penangguhan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp2,25 triliun akan mempengaruhi Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) perseroan pada tahun 2016.
"Penangguhan PMN otomatis akan ada perubahan pada RKAP. Kami sudah diminta untuk melaporkan kepada pemegang saham terkait dengan program-program ke depan," kata Sekretaris Perusahaan Agus Samuel Kana di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (9/11/2015).
Menurut Agus, sejalan dengan penangguhan PMN tersebut, PP akan menyesuaikan dengan rencana yang ada, terutama terkait dengan proyek-proyek yang sebelumnya sudah ditetapkan.
"Kami mencoba menganggap PMN 2016 sudah 'fixed' atau tidak ada pembahasan lagi. Namun, dengan penangguhan tersebut, tentu kami segera melakukan penyesuaian untuk mencarikan pendanaan," ujarnya.
Pada hari Jumat (30/10), DPR RI dalam Rapat Paripurna mengesahkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016 menjadi Undang-Undang APBN 2016.
Namun, dalam pengesahan tersebut, DPR mengisyaratkan penundaan persetujuan suntikan dana kepada 42 BUMN dengan total nilai Rp40,42 triliun.
Meski begitu, Agus tidak memerinci lebih lanjut seberapa besar pengaruh penangguhan PMN 2016 tersebut terhadap kinerja usaha.
Ia hanya menjelaskan, "Kalaupun ada pergeseran pencairan PMN 2016 menjadi masuk ke tahun 2017, PP akan menyesuaikan dengan proyek yang optimis dikerjakan pada tahun 2016." "Yang pasti, proyek dari pemerintah akan jauh lebih besar daripada swasta untuk 2016," ujarnya.
Terkait dengan hal itu, Agus juga mengatakan bahwa belanja modal (capex) perseroan pada tahun 2016 juga belum bisa ditentukan.
Sampai dengan Oktober 2015, PP memperoleh kontrak proyek baru sebesar Rp18,6 triliun, antara lain proyek pembangkit listrik dan infrastruktur.
"Harapan kami minggu-minggu ini beberapa proyek sudah diteken," ujarnya. (Antara)
Berita Terkait
-
'Cuci Gudang' BUMN Energi, Anak Usaha Pertamina Dipangkas dari 1.000 jadi 250
-
Minyakita Dijamin Tetap Ada, Distribusi Bisa 100% Lewat BUMN
-
Direksi BUMN Karya Dipanggil Dony Oskaria Satu per Satu, Tentukan Nasib Restrukturisasi
-
Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
-
Begini Kesiapan Pos Indonesia Jelang BUMN Logistik Dijadikan Satu
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
14 Cara Mendapatkan Uang dari HP untuk Penghasilan Tambahan
-
Gandeng OpenAI, Novo Nordisk Percepat Revolusi AI di Sektor Kesehatan
-
Danantara Kantongi Dividen Rp16,67 Triliun dari BBRI, Sinyal Positif Bagi Pasar
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Jambi Tembus 2.775 TEUs di Maret 2026
-
5 Langkah Praktis Top Up Token Listrik di Blibli
-
Impor Minyak Rusia Mulai Dieksekusi Bulan Ini
-
Mengapa Prabowo Membeli Minyak Rusia?
-
Kerja Sama Energi RIRusia Makin Kuat, Pasokan Minyak dan Investasi Kilang Segera Masuk
-
Harga Plastik Melonjak, Industri Mulai Beralih ke Kemasan Daur Ulang
-
Nasabah Pinjol Ganti Nomer Kontak, Bakal Masuk Daftar Hitam SLIK