Suara.com - Periode panjang harga minyak lebih rendah akan memicu kekhawatiran keamanan energi. Dengan semakin tingginya ketergantungan pada sejumlah kecil produsen berbiaya rendah atau berisiko, harga berbalik naik tajam jika investasi jatuh Ini dinyatakan Badan Energi International (IEA).
IEA melaporkan jika harga minyak pada tingkat saat ini tinggal selama beberapa dekade, ketergantungan pada minyak Timur Tengah akan kembali ke tingkat 1970-an, karena harga akan mendorong sumber-sumber pasokan berbiaya lebih tinggi.
Harga yang lebih rendah bisa melemahkan dukungan kebijakan penting untuk transisi energi, yang berarti 15 persen dari efisiensi penghematan hilang.
"Ini akan menjadi kesalahan besar untuk indeks perhatian kita terhadap keamanan energi untuk perubahan harga minyak," kata Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol, Rabu (11/11/2015).
"Sekarang bukan waktunya untuk bersantai. Justru sebaliknya, sebuah periode harga minyak yang rendah adalah saat untuk memperkuat kapasitas kita menghadapi ancaman keamanan energi masa depan," tambah Birol.
Laporan ini menemukan bahwa keseimbangan pengetatan minyak akan menyebabkan harga sekitar 80 dolar AS per barel pada 2020, karena kejatuhan dalam harga minyak telah menggerakkan kekuatan yang mengakibatkan pasar untuk menyeimbangkan kembali melalui permintaan yang lebih tinggi dan pertumbuhan pasokan yang lebih rendah.
Asia merupakan pusat permintaan terkemuka untuk setiap elemen utama dari bauran energi dunia pada 2040. Pada 2040, impor minyak bersih Tiongkok akan hampir lima kali Amerika Serikat. Sementara India akan dengan mudah melebihi Uni Eropa, kata laporan.
Laporan ini menemukan bahwa hubungan antara pertumbuhan ekonomi global, permintaan energi dan emisi yang terkait dengan energi melemah. Dikatakan transisi Tiongkok untuk lebih terdiversifikasi dan apalagi model energi-intensif untuk pertumbuhan membentuk kembali pasar energi. (Antara/Xinhua)
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
Terkini
-
Harga Cabai Meledak Nyaris 19 Persen, Beras dan Minyak Goreng Ikut Naik
-
Bank Indonesia Gunakan Kalkulator Hijau Versi 2 untuk Hitung Emisi Karbon
-
Purbaya Akui Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Dibayar APBN 2 Tahun
-
Utang Indonesia Hampir Rp 10 Ribu Triliun, Purbaya: Masih Aman, Harusnya Anda Puji Kita
-
Danantara Klaim Transformasi Pengelolaan Aset BUMN Mulai Berbuah Laba
-
Setelah Baja, Industri Rokok Juga Ikut Terancam Gulung Tikar
-
Harga Emas Anjlok, Kemendag Pangkas Patokan Ekspor dan Referensi
-
Rupiah Terpuruk ke Rp17.500, Ekonom Warning Risiko Dolar AS Sentuh Rp18.000
-
Kontribusi PDB Tembus Rp 8.573 T, Kenapa Setoran Pajak UMKM Masih Kecil?
-
Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini, Dibanderol Rp 2.819.000/Gram