Suara.com - Pemadaman listrik bergilir yang terjadi akhir-akhir ini sangat merugikan industri hotel di Kota Manado karena biaya operasional meningkat dan peralatan elektronik rusak.
General Manager Lion Hotel and Plaza Manado Rahmat Billy di Manado, Rabu (11/11/2015) mengatakan setiap hari terjadi pemadaman dari pukul 17.00-22.00 WITA sehingga pihaknya harus menggunakan genset dan bisa menghabiskan solar hingga 700 liter yakni sekitar Rp5,5 juta per hari.
"Hal ini sangat merugikan kami karena biaya tersebut selalu kami keluarkan setiap hari," jelasnya.
Yang paling parah, katanya, mulai rusak semua peralatan elektronik seperti lemari es, mesin pemanas makanan dan paling banyak pendingin ruangan, jelasnya.
Hal senada juga dikatakan General Manager Hotel Aston Manado Bambang Wijanarko bahwa sering padamnya listrik membuat pengeluaran yang tidak terduga.
"Pengeluaran yang tidak terduga seperti biaya genset yang cukup besar, serta harus memperbaiki peralatan listrik yang sudah mulai rusak," jelasnya.
Dia mengatakan pemerintah harus mencari alternatif lain dengan memberikan kesempatan pihak swasta untuk berinvestasi listrik ndi Sulut.
"Kami berharap pemadaman listrik ini akan segera berakhir,"jelasnya.
General Manager PLN Sulawesi Utara, Tengah dan Gorontalo (Suluttenggo) Baringin Nababan mengatakan pihaknya akan terus melakukan perbaikan terhadap kerusakan yang terjadi sehingga pemadaman akan terus diminimalisir.
"Perbaikan terus kami lakukan, progres pembangunan fisik PLTG Gorontalo 100 MW telah mencapai 43 persen sejak dimulai pembangunannya awal September 2015 oleh kontraktor dari PT Pembangunan Perumahan (Persero), salah satu BUMN Karya yang ikut serta dalam pembangunan proyek infrastruktur ketenagalistrikan," jelasnya.
Juga, katanya, PLTG Gorontalo 100 MW ini termasuk dalam proyek pembangunan 35 ribu MW yang menjadi program pemerintah pusat. (Antara)
Berita Terkait
-
Penjelasan Resmi Dukcapil Soal Larangan Serahkan KTP Saat Check-in Hotel
-
Tarif Listrik Mei 2026 Naik? Cek Tarif Terbaru untuk 13 Golongan
-
Hotel Mewah Indonesia Bangkit, Okupansi Akhirnya Tembus Level Pra-Pandemi
-
PLN Siapkan SPKLU Baru Hingga ke Kulon Progo, Pemilik Mobil Listrik di Jogja Makin Dimanjakan
-
Penyaluran KUR BRI Regional Manado Tembus Rp1,5 Triliun di April 2026
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Aset BCA Syariah Tembus Rp19,9 Triliun, Ini Pendorongnya
-
BSI Habiskan Rp198 Miliar untuk Biayai Makan Bergizi Gratis
-
IHSG Terus Merosot, Dana Asing yang Keluar Rp40,823 Triliun Sepanjang Tahun 2026
-
6 Daftar Promo Spesial Susu Anak di Alfamart, Pilihan Tepat untuk Tumbuh Kembang Si Kecil
-
Program Bedah Rumah 400 Ribu Unit Dirombak, Kementerian PKP Review Aturan BSPS
-
Waspada Penipuan Berkedok Adobe! Satgas PASTI Resmi Blokir Magento Gadungan
-
Skema Bantuan Perumahan Diminta Tak Disamakan dengan Tender Pemerintah
-
Harga Minyak Premium Naik, Mendag Sebut Dipicu Lonjakan CPO Dunia
-
Purbaya Klaim Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi
-
KDKMP Masuk Tahap Operasional, Kemenkop Perkuat Sinergi Nasional