Suara.com - Melihat sosoknya yang baru berusia 23 tahun, mungkin akan banyak orang mengira dirinya seorang sarjana muda yang sedang meniti karir di permulaan. Tak ada yang menyangka sosok Anthony Leong sudah menjadi jutawan di usia sangat belia.
Pria kelahiran Jakarta 14 Maret 1992 ini menghabiskan masa kecilnya di kota Medan, Sumatera Utara. Anthony sudah akrak dengan dunia bisnis sejak masa masih sekolah SMA. Kedua orang tuanya adalah pengusaha apotik. “Terkadang ketika dua orang tua saya sedang di luar negeri, saya yang dipercaya untuk mengelola apotik sementara waktu,” kata Anthony dalam wawancara khusus dengan Suara.com di Jakarta, Senin (2/11/2015).
Pengalaman masa kecil membuat karakter dagang mendarah daging dalam dirinya. Tahun 2010, dirinya memasuki Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP Universitas Indonesia (UI) di Jakarta. Ia lulus pada awal tahun 2014. “Sewaktu awal kuliah, saya sempat bosan karena waktu luang saya banyak sekali. Padahal sejak kecil saya terbiasa dengan kesibukan. Saya sempat berpikir berhenti kuliah,” ujar Anthony.
Ia sempat mengisi waktu semasa kuliah dengan berjualan sosis dekat kos tempat tinggalnya. Dengan pinjaman Rp 15 juta dari kawannya, ia memulai dagang. Sayangnya usaha ini tak bertahan lama karena setelah ia renungkinan, jerih payah yang terpaksa dilakoni tak sebanding dengan pendapatan yang diperoleh.
Selepas kuliah, Anthony tak sibuk mencari pekerjaan seperti sarjan muda lain. Ia justru tertarik mengembangkan bisnis online, Sayangya, ia sempat mengalami pengalaman pahit dimana ia ditipu oleh rekan bisnisnya dan uang miliknya dibawa kabur. Namun pengalaman pahit ini tak membuat ia jera. Anthony tetap konsisten menekuni dunia bisnis berbasis digital. “Sebab saya yakin masa depan memang disini. Sekarang saja orang lebih banyak melihat ponsel internetnya untuk mencari yang dibutuhkan dibandingkan mencari-cari papan iklan atau billboard,” jelas Anthony.
Anthony akhirnya mendirikan PT Indo Menara Digital dimana ia menjadi Direktur Utama pada 2014. Ia memulai tanpa kredit dari perbankan. Ia cukup bermodalkan pinjaman dari orang tuanya untuk membeli 5 komputer dan menyewa kantor di kawasan Kemang, Jakarta Selata.
PT Indo Menara Digital memiliki fokus bisnis utama di wilayah digital marketing. Mulai dari desain website, layanan jasa mesin pencari di dunia maya, layanan jasa optimalisasi media sosial, serta layanan pemberitaan online terintegrasi. Rata-rata pendapatan usaha yang ia peroleh setiap tahun diatas Rp500 juta. “Cukuplah untuk makan,” tambah Anthony sambil terkekeh puas.
Anthony sendiri juga menjadi Anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Ia menjadi Media Relation HIPMI. Selain menambah jaringan, menjadi bagian dari HIPMI menambah pergaulan dan keluasan wawasan yang dimilikinya sebagai pengusaha muda.
Berita Terkait
-
QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat
-
Miswan Tek Mina, Rahasia Kuah Segar di Balik Syahdunya Jambi Seberang
-
Menteri UMKM Ancam Tindak Marketplace yang Nekat Naikkan Biaya Seller
-
Kontribusi PDB Tembus Rp 8.573 T, Kenapa Setoran Pajak UMKM Masih Kecil?
-
UMKM Wajib Tahu: Cara Naik Kelas ke Level Global dengan Modal Beasiswa
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh
-
Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya
-
BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant
-
Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN
-
Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi
-
3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS
-
IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi
-
Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?
-
Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia