Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli mengatakan pihaknya akan mengubah skema bagi hasil pengelolaan di sektor hulu migas (Producton Sharing Contract).
Sebab bagi hasil di sektor tersebut terlalu statis. Selain itu dinilai tidak dinamis. Hal ini membuat investasi dan eksplorasi minyak baru di Indonesia masih minim.
"Kalau menurut saya, skema bagi hasil ini masih terlalu kaku apalagi ekonomi sedang down. Kalau lagi down, seharusnya kita berlakukan kebijakan counter cyclical. Jadi kita permudah investasinya, bukan malah diperketat. Jadi IPC ini harus fleksebel, jadi kita ubah angkanya," kata Rizal saat ditemui di Hotel Dharmawangsa, Kamis (19/11/2015).
Ia menjelaskan, perubahan rasio PSC saat ini sangat penting untuk menggairahkan kegiatan eksplosari cadangangan minyak baru. Pasalnya, hal ini dapat produksi minyak (lifting) dapat terus meningkat.
"Kita harus memikirkan jangka panjang. Sekarang harga migas akan renda dalam waktu yang cukup lama, mungkin 3-5 tahun baru naik lagi. Jadi kita harus buat alternatif energi. Nah kita manfaatkan ini anjloknya harga minyak untuk menarik investor eksplorasi," tegasnya.
Ia menjelaskan, alternatif kebijakan energi yang dimaksud adalah pihaknya akan mengubah proporsi PSC minyak milik pemerintah.
"Jadi nanti yang minyak 85 persen pemerintah, 15 persen ke investor. Gas juga gitu, 75 persen pemerintah, 35 persen investor. Ini berlaku kalau harga minyak lagi anjlok aja. Kalau baik ya dinaikkan lagi. Tapi angkanya masih dibahas tunggu saja nanti," ungkapnya.
Tag
Berita Terkait
-
Rizal Ramli Tak Mau Pusing-pusing Sudirman Mangkir Terus
-
Rizal Sebut Dua Kementerian Ini Bakal Kena Reshuffle Akhir 2015
-
Rizal Ramli Minta Hasil Audit Petral Dibawa ke Jalur Hukum
-
Tiga Konsultan Asing Kaji Pengembangan Blok Migas Masela
-
Italia Minati Investasi Industri Pengolahan Perikanan Indonesia
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Rupiah Loyo, Orang RI Ramai-Ramai Timbun Dolar di Bank
-
Asing Kembali Masuk, IHSG Membara di Sesi I Balik ke Level 6.100
-
Mengerikan! BI Catat Defisit Transaksi Berjalan RI Melonjak Jadi Rp70 Triliun
-
Aset Kripto Berbasis Emas Kini Bisa Ditebus Jadi Koin Fisik
-
PNM Dukung Integrasi Ekosistem UMKM Melalui SAPA UMKM
-
Kemendag Keluarkan Regulasi Baru terkait Perdagangan Karet Alam
-
Airlangga Ungkap Isi Aturan DHE SDA, Devisa Ekspor Wajib Disimpan di Bank Negara
-
Wakil Dirut Pertamina: Peran NOC Jaga Ketahanan Energi Nasional dan Pertumbuhan Ekonomi
-
Ketidakpastian Kebijakan Pemerintah Seret Rupiah Semakin Melemah
-
Pertamina Goes To Campus 2026 Resmi Dibuka, Cari Mahasiswa Kreatif dan Inovatif