Suara.com - Nggak ada seorang pun yang mau jatuh ke jurang. Apalagi jurang utang kartu kredit.
Kartu kredit ini ibarat gunung yang menjanjikan keindahan tiada tara di puncaknya. Dalam perjalanan menuju puncak, kita juga bisa nikmati keelokan pemandangan di kanan-kiri.
Tapi, ada jurang utang membentang di sepanjang sisi jalur cakep itu. Kalau sampai kita salah melangkah, jeblos, bye-bye.
Makanya, harus cermat saat menggunakan kartu kredit. Soalnya jurang utang kartu kredit bisa lebih menyiksa ketimbang jurang betulan.
Duit tabungan bisa abis buat bayar utang kartu kartu kredit. Belum lagi kalau sampai harus ada penyitaan aset. Bisa stresss.
Sedikitnya ada 4 hal yang harus diperhatikan biar gak jatuh ke jurang utang kartu kredit, yaitu:
1. Tetapkan bujet
Harap diingat, kartu kredit bukanlah dana cadangan. Fungsi utama kartu kredit adalah alat pembayaran.
Kalau kartu kredit dikuras sampai mentok limit, ada risiko yang mengancam.
- Tagihan bakal membengkak.
- Bisa terjadi overlimit, sehingga kita terkena biaya tambahan. Kalau kartu kreditnya gak ada fitur overlimit, bakal repot saat butuh kartu itu lantaran limit udah mentok.
Jadi, kita harus tetapkan bujet, mau dipakai berapa persen dari limit kartu. Misalnya limit Rp 10 juta, tetapin deh bujet Rp 6 juta. Setelah ditetapin, patuhi bujet ini biar gak sia-sia belaka.
2. Pahami aturannya
Memakai kartu kredit berarti setuju sama peraturannya. Jadi, perhatikan segala hal yang diatur di dalamnya, terutama bunga dan biaya-biaya lainnya.
Biasakan bayar tagihan penuh, bukan minimum. Kalau bayar minimum, berarti siap bayar kekurangan plus bunganya dalam tagihan bulan depan.
Pahami pula aturan tarik tunai pakai kartu kredit. Berapa biayanya. Juga biaya tahunan alias annual fee, yang biasanya digratiskan setahun doang. Setelah itu bayar.
3. Teliti tagihan
Pas datang tagihan, cek satu per satu tulisa di sana. Jangan kayak robot. Terima tagihan, lihat nominalnya, bayar.
Kalau cara kerjanya gitu, bisa-bisa rugi sendiri pas ada kekeliruan dalam tagihan. Orang bank juga manusia, bisa bikin kesalahan.
Karena itu, cermati tagihan. Bayarlah yang memang semestinya dibayar.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas
-
Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z
-
Kebun Sawit PTPN Dijarah, Negara Rugi Rp62,6 Miliar
-
Pasokan Aman, Bahlil Sebut Jangan Salahkan Batu Bara, Itu Teknis PLN
-
Indonesia dan Italia Sepakat Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut
-
Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan
-
Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Bebas Pajak! Simak Aturan Terbarunya
-
Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan
-
MSCI Jadi Penentu Arah IHSG, Investor Tunggu Keputusan Krusial 23 Juni
-
Promosikan Platform Investasi Ilegal, Sejumlah Influencer Dijewer Satgas PASTI