Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Fadly Zon menuduh pihak PT Freeport Indonesia telah melakukan penjebakan terhadap Ketua DPR RI Setya Novanto. Ia menuding tindakan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin telah menjebak Setya dengan secara diam-diam merekam pertemuan dirinya dengan Setya.
Fadly semakin curiga mengingat latar belakang Maroef Sjamsoeddin pernah menjabat Wakil Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) periode 2011-2014. "Kesimpulan kita adalah ini semacam jebakan stick operation. Stick operation biasa dalam hal inteljen, Dirut Freeport ini juga mantan orang inteljen maka menggunakan cara-cara seperti ini," katanya di Jakarta, Sabtu (21/11/2015).
Fadli yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu menyebutkan kalau Dirut Freeport melakukan cara-cara yang tidak etis untuk menjebak seseorang, seperti halnya merekam suara percakapan dan disebar luaskan. "Ini kalau di Amerika jadi sekandal besar dan yang bersangkutan hari itu juga pasti akan dipecat. Jadi saya kira apa yang dilakukan Dirut PT Freeport satu kesalahan yang kuat," jelas Fadli.
Namun tuduhan Fadly dibantah dengan tegas oleh Vice President Corporate Comunication PT Freeport Indonesia Riza Pratama. Menurutnya, Freeport tak pernah menggunakan cara itu atau lobi bisnis cara lain yang rawan menimbulkan persoalan hukum. “PT Freeport Indonesia selalu melakukan kegiatan usahanya berdasarkan peraturan perundang-undangan, kontrak karya, dan prinsip perilaku usaha yang baik,” kata Riza saat dihubungi Suara.com, Rabu (25/11/2015).
Sayang Rizal enggan menjelaskan skandal pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden dalam pertemuan Ketua DPR dengan Presdir Freeport. “Pihak yang berwenang sedang melakukan berbagai penyelidikan mengenai hal ini dan kami siap untuk bekerja sama,” ujar Riza.
Berita Terkait
-
Izin Freeport Diperpanjang hingga 2061, Legislator PDIP Tagih Kontribusi Nyata untuk Papua
-
Setoran Freeport ke Negara Turun Menjadi USD 2,6 Miliar pada 2026
-
PTFI dan Masyarakat Papua Tengah: 10 Tahun Perubahan, Harapan Baru untuk Ekonomi Berkelanjutan
-
Hyun Bin Diangkat Jadi Agen Kehormatan Badan Intelijen Nasional Korea Selatan
-
Klaim Trump Terbantahkan, Intelijen AS Ungkap Iran Masih Simpan 50 Persen Rudal dan Ribuan Drone
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Kabinet Bayangan, Mengapa Muncul di Indonesia?
-
Kemenhut Tangkap Pengedar Sisik Trenggiling dan Paruh Rangkong di Padang, Ini Kronologinya
-
Ancaman Perang Terbuka Meluas di Timur Tengah, Negara Arab Tak Mau Terlibat Konflik Iran dan AS
-
Prabowo Bilang Banyak Pemuda Idap Kanker karena Atap Rumah Asbes: Kembali Pakai Ijuk
-
5 Sepatu Lari Adidas Terbaik untuk Daily Run, Nyaman Dipakai Latihan Setiap Hari
-
DPR Ingatkan Pemerintah: Koperasi Desa Merah Putih di Papua Berisiko Mubazir
-
Jangan Beli Dulu, Harga Emas Antam Naik Lagi Jadi Rp2.623.000/Gram
-
5 Tablet Android Murah dengan Stylus Pen untuk Catat Materi Kuliah, Praktis buat Mahasiswa
-
Mengapa Koruptor Pindah ke Emas? Saatnya AI Mengendus Brankas Tersembunyi
-
Duaarrr! Rudal Iran Hancurkan 3 Jet Tempur F-35 AS di Pangkalan Al-Azraq Yordania