Bisnis / Ekopol
Kamis, 19 Februari 2026 | 15:45 WIB
Presiden Prabowo Subianto (kelima kanan) bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (keempat kanan) menyaksikan penandatangan 11 nota kesepahaman (MoU) antara pengusaha Indonesia dan AS dalam Bussines Summit Gala Iftar Dinner di Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (18/2/2026). [Antara]
Baca 10 detik
  • Sebanyak 11 kesepakatan bisnis senilai Rp648 Triliun diteken di Washington DC menjelang perjanjian Indonesia-AS.
  • Kesepakatan tersebut mencakup sektor pertambangan, energi, pertanian, dan pembelian komoditas pertanian dari AS oleh Indonesia.
  • AS akan mengenakan tarif impor 19 persen untuk produk Indonesia, dan Indonesia berharap ada penurunan tarif lebih lanjut.

Suara.com - Beberapa perusahaan Indonesia dan Amerika Serikat menandatangani 11 kesepakatan bisnis senilai 38,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp 648,9 triliun di Washington DC, AS. Kesepakatan ini diteken dalam sebuah jamuan makan malam yang digelar Kamar Dagang AS dan dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto.

Penandatanganan kesepakatan itu dilakukan menjelang pengesahan perjanjian datang Indonesia - AS oleh Prabowo dan Presiden Donald Trump. Dalam kesepakatan itu, AS akan mengenakan tarif impor 19 persen untuk produk dari Indonesia.

Adapun 11 kesepakatan itu mencakup sektor pertambangan, energi, pertanian, tekstil, mebel dan teknologi, demikian dilansir dari Reuters, Kamis (19/2/2026). Di antara perusahaan yang terlibat, ada Freeport Indonesia yang mendapatkan perpanjangan kontrak.

"Kami berharap ada mitra-mitra yang siap bergabung dalam upaya kami memodernisasi dan melakukan industrialisasi," kata Prabowo dalam makam malam tersebut.

Dalam kesepakatan itu perusahaan-perusahaan Indonesia akan membeli 1 juta ton kacang kedelai, 1,6 juta ton jagung dan 93.000 ton kapas dari AS. Selain itu Indonesia juga akan mengimpor 1 juta ton gandum dari AS tahun ini dan membeli setotal 5 juta ton gandum Amerika hingga 2030.

Selain itu ada juga pemberian perpanjangan kontrak untuk PT Freeport Indonesia hingga di atas 2041 oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Kesepakatan tersebut juga mencakup dua kerja sama pengembangan semikonduktor senilai 4,89 miliar dolar AS antara Essence Global Group dan satu perusahaan Indonesia.

Rombongan Indonesia, yang dipimpin Prabowo, rencananya akan menghadiri pertemuan Board of Peace di AS pekan ini. Sementara penandatanganan perjanjian dagang rencananya digelar hari ini, 19 Februari 2026.

Indonesia kabarnya berharap tarif yang dikenakan oleh AS bisa turun lagi menjadi 18 persen, ditambah pembebasan tarif untuk beberapa produk strategis Indonesia seperti karet, sawit, kopi dan kakao.

Baca Juga: Deal Dagang Prabowo-Trump: Produk AS Bebas Bea Masuk, Barang RI Kena Tarif 19 Persen

Load More