- Sebanyak 11 kesepakatan bisnis senilai Rp648 Triliun diteken di Washington DC menjelang perjanjian Indonesia-AS.
- Kesepakatan tersebut mencakup sektor pertambangan, energi, pertanian, dan pembelian komoditas pertanian dari AS oleh Indonesia.
- AS akan mengenakan tarif impor 19 persen untuk produk Indonesia, dan Indonesia berharap ada penurunan tarif lebih lanjut.
Suara.com - Beberapa perusahaan Indonesia dan Amerika Serikat menandatangani 11 kesepakatan bisnis senilai 38,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp 648,9 triliun di Washington DC, AS. Kesepakatan ini diteken dalam sebuah jamuan makan malam yang digelar Kamar Dagang AS dan dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto.
Penandatanganan kesepakatan itu dilakukan menjelang pengesahan perjanjian datang Indonesia - AS oleh Prabowo dan Presiden Donald Trump. Dalam kesepakatan itu, AS akan mengenakan tarif impor 19 persen untuk produk dari Indonesia.
Adapun 11 kesepakatan itu mencakup sektor pertambangan, energi, pertanian, tekstil, mebel dan teknologi, demikian dilansir dari Reuters, Kamis (19/2/2026). Di antara perusahaan yang terlibat, ada Freeport Indonesia yang mendapatkan perpanjangan kontrak.
"Kami berharap ada mitra-mitra yang siap bergabung dalam upaya kami memodernisasi dan melakukan industrialisasi," kata Prabowo dalam makam malam tersebut.
Dalam kesepakatan itu perusahaan-perusahaan Indonesia akan membeli 1 juta ton kacang kedelai, 1,6 juta ton jagung dan 93.000 ton kapas dari AS. Selain itu Indonesia juga akan mengimpor 1 juta ton gandum dari AS tahun ini dan membeli setotal 5 juta ton gandum Amerika hingga 2030.
Selain itu ada juga pemberian perpanjangan kontrak untuk PT Freeport Indonesia hingga di atas 2041 oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Kesepakatan tersebut juga mencakup dua kerja sama pengembangan semikonduktor senilai 4,89 miliar dolar AS antara Essence Global Group dan satu perusahaan Indonesia.
Rombongan Indonesia, yang dipimpin Prabowo, rencananya akan menghadiri pertemuan Board of Peace di AS pekan ini. Sementara penandatanganan perjanjian dagang rencananya digelar hari ini, 19 Februari 2026.
Indonesia kabarnya berharap tarif yang dikenakan oleh AS bisa turun lagi menjadi 18 persen, ditambah pembebasan tarif untuk beberapa produk strategis Indonesia seperti karet, sawit, kopi dan kakao.
Baca Juga: Deal Dagang Prabowo-Trump: Produk AS Bebas Bea Masuk, Barang RI Kena Tarif 19 Persen
Tag
Berita Terkait
-
Misi Damai dan Ekonomi di Washington: Prabowo Sebut RI Teman Sejati AS
-
Prabowo Beberkan Masalah Negeri: Salah Urus Ekonomi sampai Kartel Ilegal
-
Prabowo Tawarkan 18 Proyek Hilirisasi Super Strategis ke Pengusaha AS
-
Beda dengan Jokowi, Mensesneg Sebut Pemerintah Prabowo Belum Berencana Balikkan UU KPK
-
Deal Dagang Prabowo-Trump: Produk AS Bebas Bea Masuk, Barang RI Kena Tarif 19 Persen
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
RI Absen di Pemakaman Ali Khamenei, Politik Luar Negeri Dikritik: Indonesia Penakut
-
Danantara Percepat Perampingan BUMN, Libatkan Kejagung hingga BPK
-
Komisi Ojol 8% Berlaku, Pendapatan Naik? Ini Kata Driver Ojol!
-
Perempuan Tak Lagi Perlu Buktikan Mampu, Kini Tantangannya Akses Modal hingga Teknologi
-
Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!
-
Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan
-
Ditantang Putusan MK, Bakom Ungkap Alasan 30 Wamen Tetap Jabat Komisaris BUMN
-
IHSG Berpeluang Sentuh 6.000 Pekan Depan, AVIA hingga JPFA Bisa Jadi Pilihan
-
BEI Usul Ubah Batas Auto Rejection Saham, Simak Aturan Terbarunya
-
Harga Minyak Dunia Bakal Turun Besar-besaran, 'Tandanya' Sudah Muncul