Suara.com - Perusahaan asal Tiongkok, Nanshan Alumunium akan membangun kompleks pengolahan bauksit di Pulau Bintan Provinsi Kepulauan Riau dengan nilai investasi dua miliar dolar AS.
"Januari 2016 akan dilakukan 'ground breaking'," kata Penjabat Gubernur Kepulauan Riau Agung Mulyana di Batam, Kepri, Kamis (3/12/2015).
Gubernur mengatakan, kesepakatan kerja sama investasi di Bintan itu dilakukan di Tiongkok dan ia ikut menyaksikan penandatangannya.
Dalam kompleks itu, nantinya dibangun empat pabrik untuk mengolah bauksit menjadi alumina bubuk logam, ingot, aluminium profile, plat pipih sampai alumunium fil dan dindin alumunium.
Tidak hanya pabrik, perusahaan asal Tiongkok juga turut membangun infrastruktur yang dibutuhkan untuk mendukung smelter bauksit hingga menjadi alumunium barang jadi.
"Itu sudah disepakati, kami bikin kompleks industri seperti itu di Bintan bagian timur, lokasinya sudah disetujui," kata dia.
"Luas lahannya 2.000 hektare akan dibangun mulai dari smelter sampai menjadi alumina, ingot dan alumunium batangan. Sampai jadi sendok garpu," kata dia.
Ia mengatakan, industri alumunium membutuhkan banyak air, sehingga perusahaan akan membangun waduk khusus untuk memenuhi kebutuhan industri.
Perusahaan juga membangun pembangkit listrik tersendiri yang mampu menghasilkan daya 2.800 mega watt.
"Itu tidak hanya untuk industri saja. Untuk listrik kebutuhan mereka 2.500 mega watt. Sisa 300 mega watt bisa untuk masyarakat, berlimpah ruah nanti listrik di Bintan," kata pria yang juga menjabat Dirjen di Kementerian Dalam Negeri itu.
Bahan baku bauksit akan didatangkan dari Kalimantan Barat, karena hasil tambang bauksit di Kepri sudah mulai menipis.
Ia memperkirakan, kompleks itu nantinya akan menyerap sekira 1.500 hingga 2.000 orang tenaga kerja asing, serta 7.000 hingga 9.000 orang tenaga kerja lokal.
Banyaknya daya serap tenaga kerja diharapkan mampu menekan angka pengangguran di Kepri. (Antara)
Berita Terkait
-
Mengapa Rupiah Melemah saat Mata Uang Lain Menguat? Investor Tak Percaya Pemerintah!
-
MAKI Ungkap Alasan Korupsi Tambang Bauksit Aseng Mulus Bertahun-tahun: Ada Beking Pejabat!
-
Modus Tambang Luar IUP Terbongkar, Kejagung Jebloskan Bos Bauksit Sudianto Aseng ke Penjara
-
Investasi Harita Group di KIPP Serap 1.800 Tenaga Kerja, Dorong Ekonomi Kayong Utara
-
Serap Ribuan Pekerja, Investasi Anak Usaha Harita Group di KIPP Didukung DPRD Kayong Utara
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Rupiah Dekati Rp 18.000 per USD, Begini Cara Melindungi Keuangan Keluarga
-
Misi Gagal Total, AS-Israel Memilih Berdamai dengan Iran di Tengah Gempuran
-
LRT Jakarta Fase 1B Masuki Tahap Uji Coba, Waskita Karya Catat Progres Konstruksi 93,07 Persen
-
Risiko Besar jika Rupiah Tembus Rp18.000, Siapa yang Dirugikan?
-
Digitalisasi di Desa Pleret Bantul, Warga Bisa Urus Layanan Kalurahan Lewat HP dari Rumah
-
Moody's Beri Prospek Negatif, Fitch dan S&P Anggap Danantara 'Stabil': Ini Alasannya
-
Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana
-
Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub
-
TASPEN Cepat Kilat, 99 Persen Pensiunan Terima Gaji Ke-13 di Hari Pertama Tanpa Potongan
-
Asuransi Astra Rayakan Eksistensi 70 Tahun dengan ACTION! dan Apresiasi Pewarta 2026