- Menteri Perindustrian menyatakan minat investor global menguat pada manufaktur, mendukung percepatan industrialisasi Presiden Prabowo.
- Data menunjukkan investasi asing makin terkonsentrasi pada industri pengolahan, seperti logam, kimia, mesin, dan elektronik terbaru.
- Investasi di luar Jawa menghasilkan dampak pengganda ekonomi (PMTB) jauh lebih besar dibandingkan investasi di Jawa.
Suara.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan minat investor global terhadap sektor manufaktur Indonesia terus menguat. Ia menilai pergeseran arus Penanaman Modal Asing (PMA) menuju industri pengolahan menjadi fondasi penting bagi percepatan industrialisasi nasional yang tengah didorong pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Agus menyebut investasi asing kini semakin terkonsentrasi pada sektor industri sekunder, mulai dari logam, kimia, hingga mesin dan elektronik. Menurutnya, tren tersebut menunjukan arah kebijakan pemerintah berada di jalur yang tepat.
"Data terbaru menunjukkan bahwa arus investasi asing kini semakin kuat mengarah ke industri manufaktur seperti logam, kimia, mesin, dan elektronik," ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (25/11/2025).
"Ini membuktikan bahwa kebijakan industrialisasi yang dijalankan oleh Bapak Presiden Prabowo sudah berjalan pada jalur yang tepat dan semakin menarik minat investor global untuk berinvestasi disektor manufaktur Indonesia," lanjutnya menambahkan.
Penguatan sektor manufaktur itu turut tercermin dalam riset BRI Danareksa Sekuritas. Lembaga tersebut mencatat komposisi PMA hingga kuartal III 2025 didominasi industri pengolahan, menandai semakin matangnya ekosistem industrialisasi di berbagai wilayah.
Riset itu menunjukkan komposisi PMA di sektor sekunder melonjak dari 35,3 persen pada 2018 menjadi 59,6 persen sepanjang Januari–September 2025. Lonjakan tersebut dinilai menandai pergeseran aktivitas ekonomi dari ekstraksi bahan mentah menjadi pengolahan berbasis klaster industri.
Menperin melihat tren tersebut sebagai sinyal positif bagi pemerataan pusat pertumbuhan ekonomi di luar Jawa.
"Kita melihat percepatan industrialisasi di wilayah Sulawesi, Maluku, Kalimantan, dan wilayah lainnya. Pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga momentum baik ini agar pemerataan pembangunan semakin optimal," tegasnya.
Dalam riset yang sama, BRI Danareksa Sekuritas menyebut setiap PMA senilai Rp1 triliun yang masuk ke luar Jawa dapat menghasilkan tambahan Penanaman Modal Tetap Bruto (PMTB) sekitar Rp1,76 triliun.
Baca Juga: Realisasi Komitmen Apple di Indonesia: Bali Jadi Lokasi Investasi
"Ini multiplier effect yang sangat besar bagi ekonomi nasional terutama bagi wilayah luar pulau Jawa," ujar Agus.
Sebagai perbandingan, PMA dengan nilai yang sama di Jawa hanya menghasilkan tambahan PMTB sekitar Rp140 miliar.
Temuan tersebut mengindikasikan bahwa PMA di luar Jawa memberikan dampak pengganda lebih besar karena tingginya kebutuhan modal dan pesatnya pembangunan klaster industri baru di kawasan itu.
Agus menegaskan pemerintah akan menjaga kepercayaan pelaku usaha untuk memastikan investasi tetap tumbuh. Ia mengakui sejumlah korporasi masih menunggu pemulihan permintaan, sehingga Kemenperin menyiapkan insentif guna mempercepat ekspansi industri.
"Kami memahami bahwa korporasi masih menunggu visibilitas permintaan yang lebih kuat. Itu sebabnya Kemenperin tengah menyiapkan berbagai insentif dan kemudahan industri agar ekspansi investasi bisa kembali meningkat dalam beberapa kuartal ke depan," jelasnya.
Dengan derasnya arus PMA ke sektor pengolahan dan berkembangnya pusat industri di luar Jawa, pemerintah, kata Agus, akan melanjutkan kebijakan yang melindungi dan memperkuat iklim investasi nasional.
Berita Terkait
-
Investasi Asing di RI Makin Loyo di Dua Kuartal Terakhir, Ini Kata Rosan Roeslani
-
Menteri Perindustrian: Transformasi Industri Hijau Harus Dilihat Sebagai Investasi
-
Jangan Ketinggalan Negara Tetangga, Pemerintah Diminta Rombak Kebijakan Investasi Asing
-
Target Ekonomi 8 Persen Bukan Mimpi, Menteri Rosan Mau Masifkan Investasi
-
Profil Agus Gumiwang Kartasasmita: Dulu "Ditendang" Aburizal Bakrie Ulah Dukung Jokowi, Kini Plt Ketum Golkar!
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
Kapan WIKA, WSKT, dan INAF Delisting? Ini Penjelasan BEI
-
Impor Garam Naik 13,1%, Target Swasembada 2027 Terancam
-
Emiten TUGU Andalkan GCG untuk Dongkrak Daya Saing Bisnis
-
IHSG Tembus Level 6.000, BBCA dan BRI Jadi Jagoannya
-
Sosok 'Pemilik' ENHYPEN, Punya Harta Tiga Kali Lipat LHKPN Menteri Terkaya RI
-
Rupiah Masih Terpuruk, Betah di Level Rp18.000
-
Jadwal Stock Split Saham RMKE
-
Sosok Pemilik Ryanair, Maskapai yang Viral Jendela Copot saat Pesawat Terbang
-
BEI Jawab Isu Dana Asing Banyak Kabur dari Pasar Modal Gara-gara Pidato Prabowo
-
Danantara Baru Mau Jalankan 26 Proyek Hilirisasi Rp225 Triliun