Suara.com - PT Kereta Api Indonesia memesan kereta api baru kelas eksekutif khusus untuk menyambut Lebaran 2016 ke PT Industri Kereta Api (INKA).
"Saat ini sedang dalam tahap pengerjaan dan akan dioperasikan menjelang arus mudik Lebaran tahun ini," ujar Manajer Pemasaran dan Angkutan PT KAI Daerah Operasional VIII Surabaya, Sujarwo kepada wartawan di Surabaya, Minggu (3/1/2016).
Menurut dia, adanya kereta baru akan menambah pilihan bagi pengguna jasa dan mampu mengantisipasi kepadatan penumpang yang memang terjadi rutin setiap tahunnya ketika menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Dari sejumlah kereta api yang dipesan, kata dia, daerah operasional VIII Surabaya akan mendapat jatah satu unit kereta api yang kelasnya sama dengan KA Argo Bromo.
"Kami mendapat satu unit kereta api eksekutif yang kelasnya sama dengan KA Argo Bromo," ucapnya.
Kereta api baru yang belum memiliki nama tersebut diplot untuk jurusan Surabaya-Jakarta pulang pergi dan mempunyai penambahan fasilitas dibandingkan kereta eksekutif lainnya.
"Fasilitas dan pelayanan tentu kami tingkatkan dan akan berbeda dengan sebelumnya. Intinya, kereta api baru, kualitas pelayanan juga pasti baru," katanya.
Sementara itu, Humas PT INKA Fathor Rosid kepada wartawan beberapa waktu lalu mengatakan bahwa pihaknya saat ini sedang mengerjakan 44 kereta pesanan dari PT KAI yang akan digunakan untuk angkutan Lebaran 2016.
"Ditargetkan, pemesanan 44 kereta tersebut selesai sebelum masa angkutan Lebaran tahun 2016," katanya.
Hal itu terbukti dengan banyaknya pesanan pembuatan kereta api yang berasal dari luar negeri sepanjang tahun 2015, salah satunya dari Bangladesh yang memesan 150 unit kereta penumpang dengan proyek senilai 72 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp900 miliar. (Antara)
Berita Terkait
-
Pemerintah Umumkan Stimulus Transportasi Rp 1,54 T, Lengkap dari Pesawat hingga Kapal
-
Sumatera Barat Masuk Peta Besar Pengembangan Jaringan Kereta Sumatra
-
Haul Akbar HUT Jakarta, KAI Buka Alternatif Naik-Turun di Stasiun Jatinegara Mulai Sore Ini
-
Penumpang KA Bersubsidi Tembus 7,8 Juta Orang hingga Mei 2026
-
KAI Siapkan Penerapan Biodiesel B50 pada Operasional Kereta Api
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026