Suara.com - Kementerian Keuangan menyerap pembiayaan sebelum tahun pelaksanaan anggaran (pre-funding) untuk program-program pembangunan pada Januari 2016 sebesar Rp63,4 triliun, kata Direktur Jenderal Pengelolaan, Pembiayaan, dan Risiko Kemenkeu Robert Pakpahan.
Robert Pakpahan di Jakarta, Senin (4/1/2016), mengatakan skema "pre-funding" ini dilakukan agar pemerintah dapat mengebut pelaksanaan proyek-proyek pembangunan sejak awal 2016, ketika penerimaan dari APBN 2016 baru mulai berjalan.
"Di antaranya dari yang kami eksekusi Desember 2015 yakni dua Surat Utang Negara (SUN) valuta asing, yang masing-masing nilainya Rp31,16 triliun dan Rp17,31 triliun," kata dia.
Dua SUN yang dijelaskan Robert tersebut adalah RI0126 dengan tenor 10 tahun dan RI0146 dengan tenor 30 tahun, yang diterbitkan awal Desember lalu 2015.
Selain SUN valas tersebut, Kemenkeu juga mengeluatkan SUN berdenominasi rupiah yakni FR070 dan FR046 nilai masing-masing Rp7 triliun dan bertenor 10 tahun.
"Kemudian satu seri sukuk PBS009 sebesar Rp1 triliun pada 10 Desember lalu, yang jatuh tempo pada Januari 2018 melalui private placement pada BLU," kata Robert.
Robert juga mengatakan dalam beberapa waktu ke depan, pihaknya akan melakukan empat kali penerbitan surat utang negara, termasuk penerbitan dua Surat Utang Negara Syariah (SUKUK). Sementara, Robert mengaku masih mengkaji untuk penerbitan surat utang dengan denominasi Yuan.
"Dalam radar kami juga kami pertimbangkan renmimbi bond apakah panda bond untuk di dalam negeri (Tiongkok) maupun Dimsum bond di Hongkong," kata dia.
Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Suahasil Nazara mengatakan pelaksanaan pembangunan infrastruktur sejak awal tahun akan berkontribusi pada pemulihan perekonomian yang lebih cepat.
Dari sisi anggaran pemerintah, Suahasil memperkirakan realisasi belanja modal dari APBN 2016 akan tidak jauh berbeda dengan realisasi di APBN-P 2015 sebesar Rp213 triliun, dari total belanja modal 2015 sebesar Rp290,3 triliun.
Sebagiaman diketahui, dalam APBN 2016 pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada 2016 sebesar 5,3 persen, dengan target belanja negara Rp2.095 triliun dan pendapatan negara Rp1.822 triliun.
(Antara)
Berita Terkait
-
Untung Mana Bea Cukai Bubar atau Reformasi Total?
-
Kejari Jakbar Setor Rp530 Miliar Hasil Rampasan Kasus Judi Online ke Kas Negara
-
Kalang Kabut! Purbaya Terhimpit, Bahlil Terjepit
-
Kisruh Beasiswa LPDP, Waktunya Evaluasi Sistem?
-
Tanggapan Purbaya, Kemenkeu Klarifikasi soal Gugatan Guru Honorer untuk Anggaran MBG UU APBN 2026
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Hutan Lestari Pertamina: Menenun Harmoni Alam, Menuai Kesejahteraan Masyarakat
-
Krisis Energi: Harga BBM Naik Ekstrem di Negara-negara Asia, Indonesia Waspada?
-
Dukung Perjalanan Finansial PMI, Bisnis Remitansi BRI Tumbuh 27,7% YoY Jelang Lebaran 2026
-
Harga Emas Antam di Bawah 3 Juta saat Lebaran, Cek Rincian Lengkapnya di Sini!
-
Cara Transfer BRI ke DANA Melalui BRImo, ATM, dan Internet Banking
-
IHSG Senin Pekan Ini Buka atau Tidak? Ini Jadwal Lengkap Libur Bursa
-
Harga Emas Pegadaian Turun Saat Lebaran, UBS dan Galeri 24 Anjlok!
-
Cara Mencari Lokasi ATM dan Kantor Cabang BRI Terdekat
-
Nominal Uang Pensiun DPR yang Resmi Dicabut MK
-
Jadwal dan Titik One Way Garut Selama Momen Idulfitri