Suara.com - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir turun pada Selasa (Rabu pagi WIB 20/1/2016)), tertekan pasar saham global yang diperdagangkan lebih tinggi.
Pasar saham global menguat di tengah ekspektasi langkah stimulus lebih lanjut dari Beijing, setelah data resmi dari negara itu menunjukkan ekspansi ekonomi paling lambat Tiongkok sejak 1990.
Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari turun 1,6 dolar AS, atau 0,15 persen, menjadi menetap di 1.089,10 dolar AS per ounce.
Ekonomi Tiongkok tumbuh 6,9 persen pada 2015, sejalan dengan target resmi sekitar tujuh persen untuk tahun ini, menurut data dari Biro Statistik Nasional yang dirilis pada Selasa. Ini adalah pertumbuhan ekonomi paling lambat Tiongkok dalam 25 tahun terakhir.
Logam mulia berada dalam tekanan karena data tersebut meningkatkan harapan para investor bahwa Beijing akan menggelar tindakan stimulus baru.
Saham Tiongkok melonjak pada Selasa dan kembali pada tanda 3.000 poin. Indeks Shanghai naik 3,22 persen menjadi ditutup pada 3.007,74 poin. Indeks Shenzhen yang lebih kecil naik 3,41 persen menjadi ditutup pada 10.501,79 poin.
Emas tertahan dari penurunan lebih jauh karena Dow Jones Industrial Average di AS turun 0,16 persen pada pukul 18.00 GMT. Para analis mencatat bahwa ketika ekuitas membukukan kerugian, logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman.
Sementara itu, indeks dolar AS, yang mengukur dolar terhadap sekeranjang mata uang utama, turun 0,17 persen menjadi 98,93 pada pukul 18.00 GMT. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah.
Tren jangka panjang untuk emas, analis mengatakan, masih sangat "bearish" karena The Fed memulai kenaikan suku bunga pertamanya pada Desember, meskipun semula diharapkan akan ditunda sampai 2016.
Beberapa analis percaya bahwa The Fed dapat meningkatkan suku bunga acuannya sampai Maret.
Peningkatan suku bunga Fed mendorong investor menjauh dari emas dan menuju aset-aset dengan imbal hasil karena logam mulia tidak mengenakan suku bunga. Sampai pertemuan FOMC Desember belum ada peningkatan suku bunga The Fed sejak Juni 2006, sebelum awal krisis keuangan Amerika.
Perak untuk pengiriman Maret naik 22,5 sen, atau 1,62 persen, menjadi ditutup pada 14,121 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik 2,8 dolar AS, atau 0,34 persen, menjadi ditutup pada 830,30 dolar AS per ounce. (Antara)
Berita Terkait
-
Jangan Borong, Harga Emas Antam Terus Meroket Jadi Rp2.651.000/Gram
-
Update Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: Antam, UBS, dan Galeri 24 Bisa Diborong!
-
Tahan Beli, Harga Emas Antam Naik Jadi Rp2,64 Juta/Gram
-
Harga Emas Lokal Diprediksi Makin Merana Pekan Ini
-
Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian Hari Ini, 1 Juli 2026
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Ada Risiko Downgrade IHSG Meski Tekanan Isu MSCI Mulai Reda
-
Pertamina Tepat Belum Turunkan Harga Pertamax
-
Semester II-2026 Penuh Tekanan, Investor Saham Diminta Bersiap
-
Sinar Mas Land dan 2 Universitas Terkemuka Perluas Akses Pendidikan Global di BSD City
-
Purbaya Akhirnya Turun Tangan soal Pajak JHT usai Diprotes Buruh
-
Pasar Kripto RI Makin Dilirik, BTSE Indonesia Kini Jadi Pemain Baru
-
Transformasi Industri Rendah Karbon Digenjot demi Target Net Zero Emission 2050
-
Ratusan Santri Antusias Ikuti Beragam Aktivitas di Junior Miners Fun Fest 2026
-
Negara di Eropa Mendadak Jor-joran Belanja Militer, Ada Isu Perang Besar?
-
Manajemen dan Komunitas Gim Digital di Indonesia Mulai Dilirik Investor