Suara.com - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengungkapkan penyerapan belanja infrastruktur dalam APBN 2016 secara optimal hingga mencapai 100 persen akan menyumbang 1,7 persen kepada realisasi pertumbuhan ekonomi 2016.
"Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang memiliki anggaran paling besar untuk infrastruktur harus terus mengebut sesuai janjinya," kata Direktur Keuangan Negara dan Analisa Moneter Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Sidqy LP Suyitno saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (3/2/2016).
Oleh karena itu, kata Sidqy, percepatan realisasi belanja infrastruktur pemerintah yang dianggarkan sekitar Rp313 triliun menjadi kunci utama untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 5,3 persen.
Di sisi lain, kata Sidqy, sepanjang Januari 2016, Kementerian PUPR juga sudah melakukan lelang paket proyek mendekati target yang dicanangkan semula, seperti kesepakatan lelang untuk 644 paket proyek infrastruktur senilai Rp8,8 triliun pada 6 Januari 2016.
Kemudian, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang menangani infrastruktur sektor energi, juga merencanakan kontrak proyek senilai hampir Rp7 triliun pada Februari 2016.
"Memang idealnya masing-masing triwulan bisa terserap mendekati 25 persen dari total anggaran. Namun, dengan percepatan ini, efek pengganda (multiplier effect) bisa segera terasa," ucapnya.
Sidqy meyakini realisasi belanja pemerintah, terutama belanja infrastruktur akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi pada 2016. Optimalnya belanja infrastruktur, ujar dia, akan menggerakkan kontributor lain untuk pertumbuhan seperti investasi dan konsumsi masyarakat.
"Jika terus konsisten per triwulan pertama 2016, kita bisa saja di atas 5,0 persen," ucapnya.
Berkaca pada 2015, pemerintah pusat merealisasikan belanja Rp724,7 triliun atau 91,1 persen dari total APBN-Perubahan 2015 yang mencapai Rp795,5 triliun. Namun, sebagian besar penyerapan anggaran dilakukan di dua triwulan terakhir 2015.
Kendala penyerapan anggaran sejak awal tahun pada 2015 itu pula yang dituding menjadi salah satu penyebab perlambatan ekonomi. Ekonomi Indonesia pada 2015 diperkirakan Sidqy tumbuh 4,8 persen. Bank Indonesia memprediksi laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2015 sebesar 4,8 persen.
Sepanjang 2015 lalu, pemerintah telah mengucurkan anggaran belanja modal untuk infrastruktur sebesar Rp213 triliun. Jumlah ini naik 54% dibandingkan tahun 2014 yang sebesar Rp 138 triliun. Tahun ini belanja infrastruktur tetap senilai Rp213 triliun. (Antara)
Berita Terkait
-
RTM di Bappenas, Luhut Apresiasi Kinerja Kemensos Integrasikan Data dan Digitalisasi Bansos
-
Bapanas Proyeksikan 7 Komoditas Pangan Pokok Bebas Impor pada 2026, Stok Beras Capai 16 Juta Ton!
-
Bappenas Siapkan Rp56,3 Triliun untuk Bangun Kembali Wilayah Terdampak Bencana di Sumatera
-
Purbaya Kritik Bappenas soal Anggaran Banjir Sumatra: Diketok Sedikit Biar Kerja Lebih Cepat
-
Garap Hilirisasi Susu Nasional, Perkebunan Kandangan Gandeng Bappenas Siapkan Model Terpadu
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
Terkini
-
Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi
-
Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama
-
Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion
-
CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen
-
Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
-
IHSG Melonjak 7,38% Sepekan, Asing Jual Bersih Sentuh Rp67 T Sepanjang Tahun
-
Dilema Pertamina Naikkan Harga Pertamax, Ekonom: Kalau Ditahan Terus Bisa Gerus Keuangan Negara
-
Inovasi Karyawan Petrokimia Gresik Hasilkan Nilai Rp154 Miliar
-
Layanan Kereta Indonesia Disebut Sudah Setara Global