Suara.com - Sekretaris Kabinet Pramono Anung membantah PT. Panasonic lighting dan PT. Toshiba melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal terhadap buruh-buruh mereka karena penutupan pabriknya di Indonesia.
"Sebenarnya tidak ada PHK massal, yang ada rasionalisasi," kata Pramono di kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/2/2016).
Dia menjelaskan, para buruh-buruh kedua pabrik besar itu akan dipindahkan ke pabrik baru mereka. Namun pemindahan itu dengan persetujuan para buruh.
"Karena ada perpindahan lokasi, kemudian di tawarkan kepada buruh tersebut untuk memilih. Kalau mereka mau pindah ke pabrik baru ya diterima, tapi kalau mereka tidak ingin pindah ya tentunya terjadi PHK," ujar dia.
Mengenai penutupan dua perusahaan besar dan PHK itu, lanjut Pramono tidak perlu pemilik perusahaannya berkomunikasi dengan Presiden.
"Tidak perlu begitu, kami saja. Yang jelas saya sudah komunikasi sendiri," terang dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Dana Syariah Indonesia Kena Sanksi OJK, Gimana Nasib Uang Lender?
-
Update Iuran BPJS Kesehatan Tiap Kelas Tahun 2026, Menkeu Buka Suara
-
Duo Aguan-Salim Perkuat Cengkeraman di PANI, Bagaimana Prospeknya?
-
Daftar 70 Saham Force Delisting Awal 2026, Ada Emiten Sejuta Umat dan BUMN
-
Tarif Listrik Tidak Naik Hingga Maret 2026
-
8,23 Juta Penumpang Pesawat Wara-wiri di Bandara Selama Awal Nataru
-
Perhatian! Tarif Listrik Januari-Maret 2026 Tak Naik
-
Bea Keluar Batu Bara Belum Berlaku 1 Januari 2026, Ini Bocoran Purbaya
-
Tak Hanya Huntara, Bos Danantara Jamin Bakal Bangun Hunian Permanen Buat Korban Banjir
-
Purbaya Kesal UU Cipta Kerja Untungkan Pengusaha Batu Bara Tapi Rugikan Negara