Suara.com - Manajemen Bank Papua menjalin kerja sama dengan PT Taspen di Jayapura, untuk menyalurkan dana pensiun di seluruh wilayah Papua, Selasa (23/2/2016).
Regina Aryesam, Direktur Pemasaran Bank Papua, mengatakan Bank Papua memiliki keunggulan dalam hal penyebaran jaringan kantornya, dan hal tersebut tidak dimiliki oleh PT Taspen.
"Kita tahu juga bahwa PT Taspen belum ada di semua kabupetan, oleh karena itu Bank Papua dipilih," ucap dia.
Dijelaskannya, Bank Papua ditunjuk sebagai kordinator yang tentunya akan menerima dana dan melaporkannya untuk penyaluran dana pensiun dan laporan realisasi penyalurannya.
Ia pun menegaskan, dengan terjalinnya kerja sama ini Bank Papua akan berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan pelayanannya kepada para nasabah, terutama para penerima dana pensiun.
"Mungkin selama ini kerja sama ini sudah terjalin, tapi mungkin banyak kelemahan-kelemahan dari Bank Papua yang terkait dengan pelayanan, bukan hanya di kantor Cabang Utama tetapi juga di seluruh kantor Bank Papua," kata Regina.
"Dengan kerja sama ini kami akan memberikan layanan yang terbaik kepada seluruh penerima dana pensiun," sambungnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Purbaya Naikkan Limit Investasi Saham Dana Pensiun dan Asuransi Jadi 20 Persen, Batasi di LQ45
-
OJK Resmi Bubarkan Dana Pensiun PELNI, Ini Penyebabnya
-
OJK Proyeksi Industri Dana Pensiun Bakal Tinggi, Ini Strateginya
-
Menunda Pensiun Bukan Pilihan: 6 Alasan Pentingnya Memulai Sejak Dini
-
Strategi Asabri Hindari Fraud dalam Pengelolaan Dana Pensiun
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
Industri Kripto Tumbuh, Ini Daftar Anggota Bursa Kripto CFX per Februari 2026
-
DJP Garap Coretax Mobile, Bisa Dipakai di Android dan iPhone
-
Purbaya Wajibkan Bank BCA-BNI dkk Setor Data Transaksi Kartu Kredit ke DJP, Ini 27 Daftarnya
-
Purbaya Naikkan Tarif Ekspor Produk Kelapa Sawit, CPO Jadi 12,5 Persen
-
Pemerintah Guyur Insentif 300 Persen untuk Perusahaan yang Riset Semikonduktor di Dalam Negeri
-
Pemerintah Waspada, Perang AS-Iran Berpotensi Ganggu Industri Chip
-
IHSG Perkasa, Daftar Saham-saham yang Cuan Hari Ini
-
Purbaya Umumkan Aturan THR & Gaji ke-13 ASN-TNI-Polri, Kapan Cair?
-
Penutupan Pasar Hari Ini: IHSG Comeback ke Level 7.710, Rupiah Tertahan di Rp16.880
-
Ketegangan AS-Iran Memuncak, Aset Bitcoin 'To The Moon' dan Langsung Jadi Buruan